Browsing articles from "January, 2019"
Jan 31, 2019
Comments Off

Claude Puel Menjadi Sebuah Ancaman Untuk Tim Liverpool

Leicester City sukses menahan Liverpool di Anfield. Hasil ini perpanjang catatan positif Puel waktu berjumpa Si Merah. Pada duel minggu ke-24 Premier League yang digelar, Kamis (31/1/2019) pagi hari WIB, Leicester kelihatannya akan kalah dengan score telak waktu Sadio Mane membobol gawang mereka di menit ke-3.

Tetapi, sesudah itu The Foxes malah dapat bertahan dengan baik serta dapat menetralkan serangan Liverpool. Hingga kemudian Harry Maguire membobol gawang Alisson Becker pada saat injury time set pertama.

Score 1-1 lalu dapat dipertahankan sampai akhir laga. Leicester juga dapat mengadang laju Liverpool yang berkesempatan unggul tujuh point atas Manchester City di puncak klassemen.

Hasil ini pula menyatakan jika Puel ialah momok untuk Liverpool. Tidak hanya waktu di Inggris, tetapi sejak dari masih tetap melatih Olympique Lyon.  Dari sembilan kali pertemuan, Puel cuma kalah 2x serta dapat menang 3x. Bekasnya 4x imbang dengan cetak delapan gol serta kebobolan tujuh gol.

Pada babak group Liga Champions 2009/2009, Lyon menang 2-1 serta imbang 1-1. Lantas, waktu melatih Southampton, Puel bahkan juga tidak terkalahkan dari empat pertemuan dengan 2x kemenangan 1-0 serta 2x seri tiada gol.

Dua Kekalahan baru berlangsung waktu melatih Leicester yaitu dengan score sama, 1-2, sebelum sama 1-1.

“Saya begitu bangga tentu saja dengan beberapa pemain. Kembali lagi kami kesusahan waktu memulai laga. Kami kebobolan pada menit ke-2 tetapi kami tidak kehilangan style permainan,” tutur Puel seperti mana yang sudah berhasil  diambil oleh BBC.

“Kami selanjutnya miliki kesempatan semakin banyak serta harusnya lebih baik hasil pada akhirnya. Kami patut menang dengan kesempatan yang didapatkan,” sambungnya.

Jan 31, 2019
Comments Off

Tetap Tenang, Tidak Perlu Cemas Juventus

Massimilliano Allegri tidak cemas dengan kekalahan Juventus di Coppa Italia. Menurut dia, lambat atau cepat Juventus memang akan kalah.

Juventus tersisih dari Coppa Italia selesai kalah 0-3 dari Atalanta di Stadion Azzurri d’Italia pada set perempatfinal, Kamis (31/1/2019) pagi hari WIB. Tiga gol yang bersarang ke gawang Wojciech Szczesny dibuat oleh Timothy Castagne menit ke-37 serta dua gol Duvan Zapata pada menit ke-39 serta 86.

Selama pertandingan, Si Nyonya Tua memang tampil jelek. Mereka bahkan juga cuma mencatat satu tembakan mengarah gawang di pertandingan ini.

Buruknya perform Juventus ini bahkan juga membuat Allegri tidak dapat meredam amarahnya selesai kebobolan gol ke-2. Mengakibatkan dia mesti diusir keluar lapangan sebab perihal itu.

“Mereka benar mengusir saya dari lapangan, sebab saya kehilangan kesabaran saat itu,” kata Allegri dikutip dari Rai Sport.

Walau demikian, bekas pelatih AC Milan itu memandang kekalahan atas Atalanta ialah perihal yang lumrah. Dia bahkan juga tidak cemas hasil ini akan berefek jelek buat timnya.

“Tidak ada yang butuh didramatisasi, sebab kami tengah tidak tampil baik. Atalanta seutuhnya wajar untuk lolos (ke semi final) serta mereka mempunyai semakin banyak semangat dalam team,” tutur Allegri.

“Tersisih itu menyedihkan, tetapi hilang ingatan jika berfikir Juventus dapat memenangkan tiap-tiap laga musim ini. Kami betul-betul memberikan beberapa gol dengan gratis malam hari ini.”

“Saya tidak memandangnya menjadi peringatan supaya cemas, sebab tidak mungkin memenangkan tiap-tiap laga. Kami ingin memenangkan Coppa Italia untuk ke lima kalinya dengan berturut-turut, tetapi Atalanta begitu memercayakan fisik serta agresif, jadi selamat buat mereka,” tuturnya.

“Saya fikir pelajaran semacam ini bisa berguna buat team. Musim kemarin, kami berupaya keras untuk bermain seri dengan Crotone dan kalah dari Napoli. Anda dapat terselamatkan di satu atau dua laga, akan tetapi selanjutnya Anda akan kalah pun,” katanya menyimpulkan.

Jan 31, 2019
Comments Off

Ada Apa Dengan Chelsea?

Chelsea kolaps di markas Bournemouth dengan menanggung derita kekalahan telak. Maurizio Sarri juga kembali lagi menyoroti permasalahan mental timnya.

Chelsea kalah mutlak 0-4 dari Bournemouth di Stadion Vitality pada minggu ke-24 Liga Inggris, Kamis (31/1/2019) pagi hari WIB. Gelontoran empat gol tuan-rumah terbentuk lewat dua gol Joshua King menit ke-47 serta 74, David Brooks pada menit ke-63, dan Charlie Daniels pada menit akhir pertandingan.

Sarri tidak mengerti dengan kekalahan telak yang dihadapi timnya. Pasalnya di set pertama ke-2 team bermain sama kuat 0-0 serta The Blues tampil lumayan baik.

Manajer asal Italia ini memandang permasalahan mental ialah aspek terpenting kekalahan timnya. Dia menyoroti perform Chelsea yang dinilai amburadul di set ke-2, terpenting selesai kebobolan gol cepat selesai interval.

“Kami tengah bergulat, terpenting dengan mental. Kami beranggapan jika kami pelajari style sepakbola spesifik, tapi sebenarnya kami belum pernah mempelajarinya serta mesti membayar konsekuensi dari hal itu,” kata Sarri pada Sky Sport Italia.

“Set pertama bagus, tetapi kami kebobolan sesudah interval dan berhenti jadi team. Kami berhenti menyerang atau bertahan menjadi team, kami lakukan semua dengan individu.”

“Saya tidak memahami kenapa ini berlangsung, sebab kami masih tetap mempunyai 45 menit tersisa serta bisa dengan nyaman mengubah keadaan bila kami masih konsentrasi,” katanya bingung.

“Terkadang team ini bereaksi lewat cara yang tidak dapat saya mengerti, hingga membuat beberapa ketidakpastian. Mungkin banyak hal tidak dapat dijauhi, tapi kami butuh mengerti kenapa kami alami permasalahan mental serta apakah yang bisa kita kerjakan untuk menghentikannya,” papar bekas pelatih Napoli ini menyatakan.

Selesai meluncur dengan bagus di awalnya musim, Chelsea goyah mendekati akhir tahun. Setelah kalah dari Tottenham Hotspur di akhir November, Chelsea tidak sempat mencetak kemenangan lebih dari dua pertandingan dengan berturut-turut di semua pertandingan.

Kekalahan 0-4 dari Bournemouth jadi kekalahan terburuk Chelsea di Premier League semenjak 1996. Kalah berturut-turut di Premier League, Chelsea juga turun ke rangking lima klassemen.

Jan 30, 2019
Comments Off

Catatan Rentetan Kemenangan Mereka Terhentikan

Runtutan kemenangan Manchester United diperkirakan bersambung waktu melawan Burnley. Tetapi sebab satu kekeliruan yang dibikin Setan Merah, mereka mesti senang dengan hasil imbang.

Bermain di kandang, Stadion Old Trafford, Rabu (30/1/2019) dini hari WIB, MU justru hampir kalah. The Red Devils ketinggalan dua gol terlebih dulu sesudah Ashley Barnes serta Chris Wood membobol gawang David De Gea.

MU selanjutnya terlepas dari kekalahan sesudah pada lima menit mendekati akhir pertandingan mereka dapat menyamai posisi melalui penalti Pogba serta gol Victor Lindelof.

Skor  imbang 2-2 hentikan rekor delapan kemenangan berturut-turut di semua pertandingan yang dibikin The Red Devils bersama dengan Ole Gunnar Solskjaer.

Hasil imbang yang tidak semestinya berlangsung misal MU tidak membuat kekeliruan sejak dari awal laga. Disadari Paul Pogba, pemain MU kendur di awalnya laga.

“Kami mesti belajar dari kekeliruan yang dibikin serta dapat mengawali pertandingan dengan berlainan di peluang setelah itu. Manajer berkata kami mesti mengawali pertandingan dengan kuat serta agresif, karenanya yang mereka kerjakan di set pertama,” kata Paul Pogba selesai laga.

“Kami bermain seolah tengah unggul 1-0 atau 2-0, itu yang salah,” tutur Pogba Seperti mana yang sudah berhasil di lansir oleh media setempat.

Hanya bisa penambahan satu point, MU masih tetap ketahan di tempat enam klassemen Liga Inggris dengan 45 point. Ada jarak dua point dengan Chelsea yang baru akan bermain Kamis (31/1/2019) pagi hari kelak menantang AFC Bournemouth.

“Comeback yang dibikin cukuplah positif tetapi akhirnya menyedihkan. Reaksi team bagus, kami tidk kalah, tetapi kehilangan dua point pada pertandingan yang harusnya dapat dimenangi,” lanjut ia.

Jan 30, 2019
Comments Off

Burnley Buyar Pada Saat Melawan Manchester United

Kemenangan di muka mata Burnley buyar waktu melawat ke Manchester United. Saat lima menit waktu injury time diperlihatkan, Burnley telah rasakan aura tidak enak.

Burnley hampir memperoleh kemenangan waktu berkunjung ke Old Trafford, Rabu (30/1/2019) dini hari WIB barusan. Team garapan Sean Dyche ini sudah sempat unggul dua gol karena Ashley Barnes serta Chris Wood pada menit ke-51 serta 81.

MU lalu menghidupkan kesempatan selamatkan pertandingan pada menit ke-87, saat penalti Paul Pogba bersarang ke gawang Tom Heaton. Tetapi waktu normal habis, Burnley tinggal menahan MU di waktu injury time untuk mengamankan kemenangan besar di markas team pemilik titel Liga Inggris paling banyak.

Jadi masalah saat ofisial ke empat, Martin Atkinson, mengusung papan penunjuk waktu penambahan serta tunjukkan angka lima. Lima menit penambahan waktu.

Dyche langsung rasakan firasat tidak enak. Manajer 47 tahun ini tahu MU miliki riwayat panjang dengan waktu injury time lima menit di Old Trafford. Fergie Time.

Di masa Sir Alex Ferguson alias Fergie, MU sangat akrab dengan waktu penambahan lima menit. Pada periode berikut ‘Setan Merah’ sering selamatkan beberapa poin atau menutup kemenangan.

Serta hal itu berlangsung tadi malam. Pada menit pertama injury time, Victor Lindelof cetak gol yang pada hasilnya jadi penyelamat MU dari kekalahan.

“Saat lima menit tampil di periode ini, kebanyakan orang jadi terasa meyakini. Kami ketahui sejarahnya, Fergie time, Anda dapat rasakan kerumunan supporter bangun,” kata Dyche diambil Telegraph.

Hasil imbang ini akhiri runtutan kemenangan MU bersama dengan Ole Gunnar Solskjaer di angka delapan. Walau demikian, ada kepuasaan sendiri dalam diri Solskjaer lihat bagaimana beberapa pemainnya menanggapi keadaan susah.

“Kami hanya kehabisan waktu, kami mengawali sangat terlambat dengan urgensi yang muncul. Itu ialah satu evaluasi. Tetapi saat ini Anda memperoleh jawabannya, dapatkah mereka bangun saat ketinggalan satu atau bahkan juga dua gol? Saya begitu suka dengan tanggapan team,” tandas bekas anak asuh Sir Alex itu.

Jan 30, 2019
Comments Off

Kroos: Real Madrid Mulai Naik serta semangat yang berkobar

Real Madrid terseok-seok di putaran pertama La Liga, akan tetapi sekarang telah mulai naik serta ada semangat yang berkobar untuk memenangkan trofi diakhir musim.

Madrid sudah alami enam kekalahan di putaran pertama La Liga musim ini. Mereka mulai lebih baik di putaran ke-2 dengan menuai dua kemenangan berturut-turut di La Liga.

Los Blancos sekarang ini duduk di tempat ke tiga dengan 39 point, ketinggalan 10 angka dari Barcelona di puncak klassemen.

Buruknya perform Madrid musim ini tidak jauh beda dengan musim kemarin, yang pada sekarang ini berada di tempat ke empat dengan 35 point.

Walau menyangsikan di La Liga pada musim kemarin, El Real masih tetap dapat merampas trofi. Mereka memenangkan Liga Champions yang ke-13 kalinya.

Pengalaman waktu lantas itu membuat gelandang Madrid, Toni Kroos, yakin jika seburuk apa pun Madrid mengawali musim, masih tetap ada keinginan untuk mengusung trofi diakhir musim.

Sekarang ini, walau kesempatan di La Liga begitu kecil, team garapan Santiago Solari masih tetap dapat mengharap besar di arena Copa del Rey serta Liga Champions.

“Memang benar kami mempunyai beberapa permasalahan di awalnya serta kami sudah memberi kebanyakan point (ke lawan) di liga pada paruh pertama musim ini, tapi itu waktu lantas,” kata Kroos seperti diambil dari Marca.

“Saya tetap tahu, serta beberapa waktu paling akhir cuma memberikan saya keyakinan diri, jika kami mempunyai team yang unggul serta jika kami tidak dapat berhenti mengambil langkah,” sambungnya.

“Tiap-tiap kemenangan memberikan keyakinan semua team pada diri mereka sendiri serta kami tidak berhenti kerja, bahkan juga saat semuanya tidak semacam itu.”

“Musim kemarin kami mendapatkan beberapa kekalahan di awalnya liga, jadi kejuaraan itu tak akan sesuai kenyataan, akan tetapi api tetap menyala di diri kami sebab kami ketahui kami dapat memenangi suatu yang lebih serta jadi itu kami memenangkan Liga Champions kembali,” Kroos menyatakan.

Jan 30, 2019
Comments Off

Jan Siewert Yakin Timnya Bisa Berkembang

Jan Siewert yakin dia akan membalikkan keadaan di Huddersfield Town setelah menyaksikan Jordan Pickford yang menginspirasi dalam menjaga timnya meraih kemenangan 1-0 Everton, Itu adalah pertandingan pertama yang membuat frustasi di masa pimpinan mantan pelatih cadangan Borussia Dortmund, dengan penalti di menit ketiga Richarlison terbukti menentukan, tetapi tampilan Pickford untuk Everton, yang membuat pemain pengganti Lucas Digne diusir, juga penting saat ia melakukan dua penyelamatan babak kedua yang menakjubkan untuk menahan upaya Aaron Mooy dan Elias Kachunga. “Saya melihat mengapa Pickford merupakan pemain nomor satu Inggris dia melakukan penyelamatan luar biasa,” kata Siewert, yang timnya berada di posisi terbawah dan 11 poin dari keselamatan Liga Premier.

“Kami tidak seharusnya menemukan alasan dan Kita harus fokus, Ini adalah proses yang telah dimulai tapi Saya melihat banyak hal yang bisa saya terapkan dalam pelatihan dan Yang paling penting adalah kita menciptakan peluang dan gol akan datang, para pemain mendapatkan ide saya dan kami memiliki peluang. ” Everton bangkit dari kekalahan mengejutkan 3-2 Piala FA dari Millwall dan membantu pengumpulan poin mereka di liga, dimana kemenangan ini tepat waktu untuk Marco Silva.

Silva juga memberi kata-kata pujian untuk Pickford dan mengakui itu adalah kemenangan penting bagi The Toffees, yang naik ke urutan ke delapan. “Hal utama adalah menang, melakukan segalanya untuk mendapatkan tiga poin dan memberikan jawaban besar untuk diri kita sendiri dan penggemar kita, Tiga poin dari kandang dan clean sheet penting untuk meningkatkan kepercayaan diri kami, itu sulit dengan 10 pemain, setelah bermain pada hari Sabtu, Mereka punya 10 hari untuk mempersiapkan diri, Itu memang layak untuk para pemain kami, Satu tendangan bebas, satu sundulan, tetapi mereka tidak menciptakan apa pun lagi dan Jordan melakukannya dengan baik di dua momen itu tentu saya sangat bangga melihat perkembangan yang ada pada pemain ini dan saya yakin dia masih bisa berkembang lagi. “

Jan 29, 2019
Comments Off

Alexis Sanchez Serasa Rekrutan Baru Manchester United

Alexis Sanchez yang bagaimana pun juga pada akhirnya membuat seluruh suasana berubah dengan sangat meriah dan juga penuh semangat yang penuh di lapangan sepakbola ini dan juga sudah melakukan pertandingan dengan Arsenal yang juga sudah berada di babak keempat Piala FA. Selain dari itu juga Pemain yang berasal dari chile itu dikatai layaknya menjadi seorang rekrutan baru untuk Mu.

Bagaimana pun juga Mu yang sudah berhasil sekuat tenaga untuk menyingkirkan atau mengalahkan arsenal yang berada di babak keempat Piala FA. Dan dalam sebuah pertandingan di Emirates Stadium pada akhir pekan lalu itu, sedangkan Mu yang mendapatkan hasil yang baik dan nasib yang sangat baik sekali sudah berhasil menang atas lawannya yaitu Arsenal dengan skor yang sangat mencengangkan dengan skor 3-1 yang salah satu golnya tersebut yang juga dibawakan oleh Alexis Sanchez.

Penampilan dan performa yang kualitas yang oek ini menjadi suatu jawaban sanchez atas kritik-kritikan yang ditujukan kepadanya sejak ia telah berseragam atau mengenakan seragam Mu. Dan juga dengan gaji yang tinggi, dia bisa minim kontribusi itu.

Dan dalam sejauh ini pula, alexis sanchez yang baru saja akhir-akhir ini telah mencetak dua gol yang berada di semua ajang. Dan salah satu gol lainnya yang juga sudah berhasil di bukukan ke gawang Newcastle united di liga inggris tersebut.

Eks bek Liverpool, Stephen Warnock, yang juga menilai bahwa ole gunnar solskjaer kini jelas akan lebih pusing untuk bisa memilih pemain yang terbaik yang juga akan mengisi tiga pos lini serang Mu.

“itu layaknya rekrutan baru untuk Man.United, namun akan tetapi itu juga sedikit rumit dan susah juga untuk bisa memasukan semua pemain ke dalam sistem permainan yang telah diberikan kata Warnock di Express.

“itu juga sudah jelas memusingkan dan mempersulit untuk OGS, merotasi pemain cadangan dan membuat mereka tetap ceria dan bahagia selalu. Tapi dia melakukan itu dengan rotasi yang cukup baik.”

Jan 28, 2019
Comments Off

Shrewsbury Gagal Meraih Kemengan Atas Wolves Meski Sempat Unggul Dua Gol

Sundulan terakhir Matt Doherty menyelamatkan Wolves saat mereka bangkit dari ketertinggalan 2-0 untuk memaksa replay Piala FA melawan Shrewsbury yakni Bek menyerang pada menit kedua waktu penghentian untuk mendapatkan hasil imbang 2-2 dan menghancurkan hati tuan rumah di Shropshire dan Greg Docherty dan Luke Waterfall telah mengendalikan Shrewsbury dengan 19 menit tersisa, tetapi Raul Jimenez membalaskan satu gol sebelum Doherty menyelamatkan muka Wolves melawan tuan rumah Sky Bet League One mereka kemudian Shrewsbury hampir membuat ejekan dari 54 tempat di antara kedua sisi tetapi dipaksa untuk puas dengan putaran keempat di Molineux maka Para pengunjung, kedelapan di Liga Premier, adalah miskin, dengan Adama Traore boros dan Helder Costa melihat sundulan diselamatkan oleh Steve Arnold dan Itu adalah kemenangan pertama Shrewsbury atas tim papan atas sejak mengalahkan Everton pada tahun 2003 tetapi itu mengancam untuk berubah menjadi jahat setelah para penggemar saingan saling melemparkan rudal satu sama lain mengikuti tujuan Waterfall sehingga Bos Shrewsbury Sam Ricketts, mantan kapten Wolves, berjanji timnya akan siap untuk menghapusnya dan tuan rumah menolak memberikan alasan awal. Doherty, satu dari enam Wolves yang berubah, diiris dengan liar setelah empat menit tetapi itu adalah pembukaan yang langka.

Kecepatan Traore menyulitkan Shrews tetapi dia kembali tidak memiliki sentuhan pembunuh ketika dia menunjukkan setelah 25 menit. Footwork rapi Doherty melihatnya meliuk-liuk bebas di garis byline dan dia memotong Traore untuk menggelembung di atas mistar dari jarak 12 yard yakni Pria £ 18 juta itu hanya mencetak satu gol dan belum mendaftar untuk membantu, dan bek Doherty lebih berbahaya tetapi melihat Arnold menyimpan serangannya – tembakan pertama Wolves pada target – setelah 35 menit sebab Shrewsbury kehilangan kualitas yang diperlukan untuk benar-benar melukai Wolves di babak pertama tetapi John Ruddy menangkis upaya bantingan Docherty. Itu terbukti menjadi tembakan peringatan, ketika gelandang Rangers yang dipinjamkan membuka skor dua menit setelah turun minum bahkan Ruben Neves gagal menghentikan laju kuat Fejiri Okenabirhie dan gelandang itu menyelipkan bola ke Docherty, yang tendangan sudutnya yang kuat dari jarak 10 yard terbang melewati Ruddy ke sudut atas Tertegun, Wolves mencoba merespons dan upaya Neves ‘dibelokkan beberapa inci setelah mengenai Ollie Norburn. Kiper Arnold kemudian datang untuk menyelamatkan Shrewsbury ketika penyelamatan gemilangnya menghadang sundulan enam meter Costa.

Wolves telah bangun dan Arnold mengumpulkan upaya rendah Leander Dendoncker setelah 56 menit. Tetapi tuan rumah memegang teguh dan mendapatkan kembali ketenangan mereka untuk menggandakan keunggulan mereka dengan 19 menit tersisa maka Mereka memenangkan sudut dan, ketika Norburn mengayunkannya, Waterfall – bagian dari tim Lincoln yang mencapai perempat final pada 2017 – bertenaga sundulan enam meter. The New Meadow meletus dan para penggemar yang menentang muncul untuk bertukar rudal ketika kemarahan berkobar di antara para pendukung Tapi pemain pengganti Jimenez membalaskan satu gol ketika ia mengkonversi pusat Traore dari jarak dekat dengan 15 menit tersisa. Ini membuat final tribun dan Doherty diratakan pada menit kedua waktu penghentian ketika dia mengangguk di umpan silang Traore sehingga tim tuan rumah harus menelan kekecawaan padahal di babak pertama mereka bermain dengan sangat bagus.

Jan 28, 2019
Comments Off

Jose Mourinho Dinilai Tidak Cermat Belanja Saat di Manchester United

Ian Wright, pengamat sepakbola professional, kembali memberikan sebuah kritikan kepada Jose Mourinho. Legenda Arsenal itu menilai jika mantan pelatih Setan Merah itu tidak cermat dalam melakukan belanja pemain di Old Trafford dan itu telah merugikan Manchester United.

Semenjak ia di tunjuk menjadi manajer Manchester United, Jose Mourinho dapat di katakan sudah belanja besar. Ia menghabiskan hampir 300 juta pounds untuk belanja dalam lima bursa transfer terakhir.

Namun pada musim panas kemarin, Jose Mourinho mengeluh bahwa manajemen Manchester United tidak mengijinkannya untuk membeli bek baru di bursa transfer kemarin. Pihak Manajemen MU di sebut sebut menolak permintaan Jose Mourinho itu karena dalam dua tahun terakhir ia sudah membeli dua bek tengah baru di mana transfer kedua bek ini menghabiskan hampir 70 juta pounds.

Ian Wright sendiri menilai hal itu wajar jika manajemen MU menolak permintaan Jose Mourinho karena sang pelatih telah di nilai terlalu sembrono dalam belanja. “Saya rasa aneh sekali ketika Mourinho tidak memainkan Bailly dan Lindelof bersama di tim utama United,” buka Ian Wright di program The Debate yang disiarkan Sky Sports.

Tidak Cermat

Ian Wright menilai jika Jose Mourinho tidak memperhitungkan dengan matang setiap rencana transfer yang ia buat bagi Manchester United. Ia menilai itulah mengapa sang pelatih kehilangan pekerjaannya di Old Trafford pada pertengahan Desember kemarin.

“Saya rasa dua transfer itu (Bailly dan Lindelof) menjadi gambaran masalah United di bursa transfer, di mana mereka bisa membeli dua bek tengah dengan total harga 60 juta pounds dalam kurun waktu 12 bulan dalam kepemimpinan manajer yang sama hanya untuk Mourinho memutuskan bahwa kedua bek ini tidak bisa bermain bersama.” ucap Ian Wright.

Situasi Aneh

Wright sendiri juga mengaku heran mengapa Mourinho masih minta dibelikan bek baru lagi, padahal ia seharusnya bisa mengasah Lindelof dan Bailly agar bisa bermain lebih baik lagi.

“Dia (Jose Mourinho) tidak pernah memberikan penjelasan mengapa kedua pemain ini tidak bisa dimainkan bersama. Faktanya selama 18 bulan terakhir, keduanya hanya empat kali menjadi starter secara bersamaan.” tutur Ian.

“Mourinho pernah bilang satu kali bahwa ia tidak suka pasangan bek ini karena mereka berdua rentan terkena cedera jika mereka bermain bersama dalam tiga pertandingan beruntun dan itu membuat kerja sama mereka tidak berfungsi lagi.” tandasnya.

Pages:123456»