Browsing articles from "May, 2019"
May 30, 2019
Comments Off

Steven Gerrard tampaknya tidak puas untuk melihat dengan para skuad dari Liverpool

Kini Steven Gerrard telah mengakui bahwa ia sangat nyaris untuk kepada skuad dari Liverpool pada saat ini, karena yang bekerja di bahwa asuhan dari pelatih yang sudah pengaruh bersama dengan Jurgen Kloop.

Gerrard tinggalkan the Reds lima bulan sebelum Klopp mengambil alih posisi pelatih dari Brendan Rodgers di Anfield. Sempat satu setengah tahun merumput di MLS, Gerrard kemudian kembali ke Liverpool dan mulai melatih di Kirkby, di mana ia sempat bekerja sama dengan pelatih asal Jerman itu saat ia mendukung saat ia pelatihan tim U-18.

Sekarang Gerrard menjadi manajer di Rangers, dan Gerrard pun masih sering meminta nasihat Klopp. Demikian ungkap pelatih berusia 39 tahun itu dalam salah satu adegan di film dokumenter Channel 4 yang dilansir thisisAnfield.com pekan ini.

Maka Steven Gerrard pun akan telah mengakui bahwa dengan pertemuannya dengan Jurgen Klopp sudah membuat Steven Gerrard merasa iri pada di permainan The Reds di masa sekarang, karena Jurgen Klopp telah di kabarkan sudah tidak datang untuk melatih pada saat ini masih menjadi sebagai salah satu sang pemain.

“Saya sudah sering duduk bersama dengannya. Dia seperti sebuah buku yang terbuka dia mengundang saya ke kantornya, saya merasa sangat beruntung dan diberkati, karena saya mendapat undangan itu.” Ujar Steven Gerrard.

“Maka hal lain yang saya lakukan, saya membayangkan bermain untuknya. Saya tidak cukup beruntung, karena tidak pernah bermain untuk Jurgen Klopp. Mungkin saya terlalu tua, sudah ketinggalan tumpangan. Saya hampir merasa iri pada para pemain Liverpool sekarang.” Tambahnya.

“Saat saya keluar dari kantornya setelah mengobrol, dan berjalan keluar dari tempat latihan, saya sebenarnya ingin kembali dan kembali duduk bersamanya. Saya ingin mengenakan jersey saya dan bermain lagi untuk mereka, berlari untuk mereka dan berlari sekencang-kencangnya. Dia benar-benar sangat berpengaruh, dia menginspirasi.” Ujar Steven Gerrard.

Ini menjadi pujian setinggi langit dari salah seorang pemain legendaris dan terbaik Liverpool yang pernah ada. Dan, tentu saja, sempat memunculkan pikiran untuk menggoda Steven Gerrard untuk maju sebagai bagian dari lini tengah Klopp.

Saat ini, Klopp memang telah berhasil membangun skuad yang mampu menantang gelar juara Liga Premier dan Liga Champions. Gerrard pun yakin, sebagian besar kesuksesan The Reds saat ini berkat kepemimpinan pelatih 51 tahun itu.

May 30, 2019
Comments Off

Chelsea berhasil meraih kemenangan melawan dengan Arsenal yang cukup telak 4-1

Klub dari Chelsea telah di kabarkan sudah sukses untuk menjuari di ajang Liga Europa pada saat musim ini usai sudah menghajar dengan sesame tim berasal dari London ‘Arsenal’ karena dengan skor yang sangat cukup telak dengan skor 4-1 di dalam partai final yang telah di gelar di Baki Olimpiya Stadionu, Baku, Azerbaijan pada tanggal (30/5).

Eden Hazard menjadi bintang kemenangan Chelsea dengan memborong dua gol, salah satunya dari titik penalti. Sementara dua gol The Blues lainnya masing-masing dicetak Olivier Giroud dan Pedro Rodriguez. Arsenal sempat memperkecil ketinggalan berkat gol Alex Iwobi.

Berkat kemenangan ini, Chelsea pun berhak meraih trofi Liga Europa kedua mereka. Sementara bagi Arsenal, kekalahan ini membuat ambisi mereka meraih tiket ke Liga Champions musim depan gagal terwujud. Chelsea tampil lebih mendominasi di awal babak pertama. Meski demikian, tim asuhan Maurizio Sarri masih gagal menciptakan peluang berbahaya ke gawang Petr Cech.

Memasuki menit ke-18, Alexandre Lacazette meminta hadiah penalti setelah ia merasa dilanggar Kepa Arrizabala. Namun wasit Gianluca Rocchi memutuskan tak ada penalti.

Chelsea mendapat dua peluang emas untuk membuka keunggulan. Setelah tembakan Emerson Palmieri masih bisa dimentahkan Cech, giliran peluang Giroud yang masih bisa ditepis eks kiper Chelsea tersebut. Skor imbang 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Kembali dari kamar ganti, Chelsea langsung tampil menggebrak. Hasilnya, Giroud sukses membawa timnya memimpin lewat sundulan meneruskan crossing Emerson. Satu jam laga berjalan, Chelsea sukses menggandakan keunggulan berkat tembakan first time yang dilepas Pedro usai mendapat assist dari Hazard.

Hanya empat menit berselang, penderitaan Arsenal makin bertambah setelah mereka dihukum penalti karena Ainsley Maitland-Niles menjatuhkan Giroud di kotak terlarang. Hazard yang maju sebagai eksekutor pun tak menyia-nyiakan hadiah penalti ini. Tendangannya sukses memperdaya Cech yang bergera ke sisi lain. Chelsea kini memimpin 3-0.

Unai Emery merespon keadaan ini dengan memasukkan dua pemain sekaligus, masing-masing Matteo Guendouzi yang menggantikan Nacho Monreal serta Iwobi yang bertukar tempat dengan Lucas Torreira. Hasilnya langsung terlihat. Iwobi mencetak gol voli sensasional di menit ke-69 untuk menipiskan jarak menjadi 1-3 sekaligus memberikan asa bagi Arsenal untuk mengejar ketertinggalan.

Namun sepertinya mental Arsenal sudah terlanjur hancur. Hanya tiga menit kemudian, Chelsea kembali memperbesar keunggulan menjadi 4-1, lagi-lagi lewat aksi Hazard yang menyambut assist Giroud.

Arsenal memperoleh beberapa peluang untuk memperkecil ketinggalan di sisa pertandingan. Namun tak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang berbunyi. Skor 4-1 untuk kemenangan Chelsea pun menjadi hasil akhir laga ini.

May 30, 2019
Comments Off

Dayot Upamecano yang menjadi sebagai salah satu target di skuad Arsenal

Kini dengan adanya seorang pemain belakang RB Leipzig yang bernama Dayot Upamecano, ia sedang menjadi bidikan banyak klub di papan atas Eropa. Karena dengan salah satu klub yang tampaknya sangat cukup serius memantau dengan seorang pemain yang masih berusia dua puluh tahun adalah klub Arsenal.

Dayot Upamecano mulai bermain untuk RB Leipzig pada tahun 2017 lalu. Saat itu, Die Rottenbullen membeli Dayot Upamecano dari RB Sazburg dengan harga 7 juta euro. Harga yang akan terasa murah saat RB Leipzig menjualnya musim panas mendatang.

Upamecano tampil bagus pada bersama RB Leipzig pada musim 2017/18 lalu. Dia pun sudah menjadi bidikan banyak klub pada tahun 2018. Tapi, pemain asal Prancis memilih untuk tetap bertahan di Redbull Arena. Musim 2018/19 tidak berjalan mulus bagi Upamecano. Dia mengalami cedera lutut. Namun, talentanya tetap memikat banyak klub papan atas Eropa.

Dikutip dari ESPN, Upamecano menjadi daftar paling atas dalam rencana transfer yang disusun oleh Arsenal. Dia diidentifikasi oleh pelatih Unai Eemery sebagai solusi lini belakang The Gunners yang keropos pada musim 2018/19 ini.

Dayot Upamecano masih punya kontrak dengan RB Leipzig hingga 30 Juni 2021 yang akan datang. Namun, diakui oleh pemain kelahiran 27 Oktober 1998 tersebut bahwa dia ingin pindah. Upamecano ingin membela klub yang lebih besar.

Karena dengan situasi ini akan tentu saja membuat untuk menguntungkan bagi Arsenal. Karena mereka telah di kabarkan sedang membutuhkan pemain untuk berada di belakang menggantikan  Shkodran Mustafi yang masih belum kunjung menemukan konsistensi permainannya.

Kebutuhan Arsenal akan bek tengah baru juga kian mendesak bahwa melihat stok pemain yang ada di posisi tersebut. Laurent Koscielny sudah tidak muda lagi dan baru saja sembuh dari cedera panjang. Koscielny sudah kehilangan era emasnya.

Pada musim 2018/19, bahkan Unai Emery dalam beberapa kesempatan memainkan Nacho Montreal sebagai bek tengah. Padahal posisi idealnya adalah bek kiri. Kondisi ini tentu tidak lepas dari minimnya stok pemain di posisi bek tengah. Selain Arsenal, nama Upamecano juga masuk dalam daftar target buruan Manchester United. Bahkan, Setan Merah sudah memburu Upamecano sejak Januari 2019 lalu.

May 28, 2019
Comments Off

Perpisahan Sedih Daniele De Rossi di Olimpico

Mendung dan guyuran hujan meliputi Olimpico saat AS Roma menjamu Parma di pertandingan terakhir musim ini. Suasana sedih pun tercipta untuk perpisahan Daniele De Rossi.

Roma menghadapi Parma di laga terakhirnya di musim 2018/2019. Laga memang dimenangkan Roma dengan skor akhir 2-1, akan tetapi takdir seolah tau bagaimana caranya membuat pertandingan ini berjalan dengan dramatis untuk De Rossi.

Seperti yang diketahui, De Rossi melakoni laga terakhirnya bersama I Giallorossi sesudah 18 musim. Itu sesudah Roma memutuskan tidak memperbaharui kontrak De Rossi yang memang berakhir musim ini.

Roma unggul terlebih dulu pada menit ke-35 melalui Lorenzo Pellegrini. Skor tersebut bertahan sampai memasuki 10 menit terakhir waktu normal.

De Rossi lantas digantikan oleh Cengiz Under di menit ke-82, yand disusul sebuah pertanda tidak menyenangkan 4 menit kemudian karena Parma bisa menyamakan skor menjadi 1-1.

Tapi seperti kisah-kisah film Hollywood, Roma pantang menyerah sampai semuanya benar-benar berakhir. Sebuah gol dari Diego Perotti pada menit ke-89 akhirnya memastikan Roma menang dan memberikan akhir yang positif di pertandingan perpisahan dengan sang kapten.

Di bawah rintik-rintik hujan, De Rossi dan Olimpico pun saling memberikan penghormatan terakhir di dalam relasi sebagai idola dan fans. Beberapa pendukung bahkan meneteskan air mata karena kembali kehilangan ikon klub usai Francesco Totti pensiun pada Mei 2017 silam.

De Rossi memang masih belum akan pensiun dari dunia sepakbola dan memungkinkan untuk melihat aksi-aksinya. Tapi bisa jadi malah itu yang membuat perpisahan ini semakin menyakitkan buat pendukung Roma.

De Rossi merupakan anak asli Roma, lahir disana, dididik dan besar di klub yang diidolakannya. Melihat gelandang berusia 35 tahun itu memasuki lapangan dengan seragam klub lain akan memberikan rasa sakit tersendiri di hati pendukung Roma dan pastinya jauh lebih berat daripada menyaksikan Totti di dalam balutan jasnya saat ini.

Apapun itu, perpisahan telah digelar. De Rossi sudah melambaikan tangan ke Curva Sud Olimpico untuk yang terakhir kalinya sebagai pemain Roma. Lantai stadion di depan tribune suporter garis keras diciumnya pula sebagai penegasan jika walaupun mesti pergi, cintanya selalu untuk Roma.

May 28, 2019
Comments Off

Suatu Saat Nanti, Kompany Bakal Kembali ke City

Khalddon Al Mubarak tidak mau mengucapkan selamat tinggal kepada Vincent Kompany. Presiden Manchester City itu yakin Kompany bakal kembali ke Etihad Stadium.

Kompany telah mengakhiri kebersamaannya selama 11 tahun dengan The Citizens. Bek internasional Belgia itu pergi dari Etihad Stadium untuk menerima pinangan klub pertamanya, Anderlecht, sebagai pemain sekaligus pelatih pada musim depan.

Bek berusia 33 tahun itu menutup karirnya bersama City dengan meraih treble di ajang domestik berkat gelar Premier League, Piala FA dan Piala Liga Inggris. Dengan tambahan 3 trofi itu Kompany total sudah 12 kali membawa City meraih gelar.

Walaupun Kompany telah dipastikan pergi, akan tetapi Al Mubarak tidak mau mengucapkan salam perpisahan kepada bek kelahiran Brussels, 10 April 1986 itu. Al Mubarak yakin eks kaptennya itu akan kembali ke klub Manchester biru suatu saat nanti.

“Tentunya ini bukan mengenai selamat tinggal. Vincent Kompany merupakan bagian dari keluarga, akan selalu menjadi bagian dari Manchester City dan perjalanan ini mesti terus tetap berlanjut” kata Al Mubarak.

“Aku mempunyai firasat yang sangat bagus jika kita akan melihat Kompany kembali kesini di dalam kapasitas yang akan dia miliki pada masa depan” sambung presiden City berusia 43 tahun itu.

Al Mubarak juga mendukung penuh keputusan Kompany untuk meneruskan karirnya bersama dengan Anderlecht. Menurut Al Mubarak, Kompany sudah melakukan keputusan yang tepat.

“Kompany melihat dirinya di dalam karirnya ke depan sebagai pelatih dan saya dia mempunyai kesempatan untuk kembali ke tim kampung halamannya, untuk melatih dan bermain sebagai player-coach merupakan kesempatan yang amat unik untuk saat ini. Saya rasa dia akan menjadi bintang dan itu merupakan keputusan yang masuk akal” lanjut Al Mubarak.

“Dari sudut pandang di dunia sepakbola, saya rasa dia benar-benar sudah membuat keputusan yang sangat tepat dan saya mengatakan kepada Kompany, ‘Apapun yang Anda putuskan nanti, saya tetap berada di belakang Anda 100%’ dan akhirnya dia mengambil keputusan tersebut” tutup presiden City asal Uni Emirat Arab itu.

May 28, 2019
Comments Off

Manchester City: Para Pesaing Cemburu dan Iri Dengan Kesuksesan Kami

Manchester City menuntaskan musim 2018/2019 dengan meraih treble domestik, sebuah rekor di Inggris. Akan tetapi keberhasilan City juga mendapatkan sorotan.

The Citizens menutup musim 2018/2019 dengan 3 gelar domestik, yakni Premier League, Piala FA dan Piala Liga Inggris. City menjadi tim pertama di Inggris yang mengukir catatan tersebut.

Namun keberhasilan itu juga mendapatkan cibiran. City dinilai menghabiskan terlalu banyak uang untuk melaju sejauh ini karena masih gagal di Liga Champions.

Sejak kehadiran Josep Guardiola di tahun 2016 sampai musim panas lalu, City sudah menghabiskan sekitar 608 juta euro atau sekitar Rp 9,8 triliun. Kalau ditotal sejak hadirnya Sheikh Mansour sebagai investor di 2008, total belanja pemain City mencapai 1,66 miliar euro atau sekitar 26, 75 triliun.

Kritik publik pun menjadi semakin tajam sesudah munculnya laporan dugaan jika City melakukan penggelembungan dana sponsor. Diyakini manajemen City sudah mendapatkan suntikan dana dari pemerintah Uni Emirat Arab untuk meningkatkan pendapatannya, dimana sang pemilik adalah sosok yang amat berpengaruh disana.

Saat ini kasus itu sedang diselidiki dan berpotensi membuat City disingkirkan dari Liga Champions. Chairman City, Khaddon Al Mubarak, yakin ini adalah bagian dari serangan terhadap keberhasilan klubnya.

“Dengan meraih sukses, pasti ada kecemburuan, iri hati dan apapun itu di level tertentu. Itu merupakan bagian dari permainan ini. Ini tidak mudah untuk kompetisi kami, kami tau itu” ucap Al Mubarak.

“Namun realitanya adalah kami tidak membeli pemain termahal di Premier League. Kami tidak membeli kiper termahal, kami tidak membeli gelandang termahal dan kami tidak membeli striker termahal” sambung pria berusia 43 tahun itu.

“Orang-orang membuat keputusan dan mereka mesti hidup dengan itu. Ini merupakan klub yang dijalankan dengan sangat baik” tutup Al Mubarak.

Pembelian termahal City sejauh ini adalah Riyad Mahrez, yang direkrut di musim panas lalu dari Leicester City dengan harga 60 juta poundsterling. Sementara itu striker dan gelandang termahal Premier League dimiliki oleh Manchester United, yakni Romelu Lukaku (90 juga pounds) dan Paul Pogba (93,25 juta pounds).

Kiper termahal Premier League dan di dunia dimiliki Chelsea ketika merekrut Kepa Arrizabalaga dengan biaya 71,6 juta pounds. Sementara itu Liverpool mempunyai bek termahal di dunia, yakni Virgil Van Dijk dengan harga 75 juta pounds.

May 26, 2019
Comments Off

Hasil Pertandingan Serie A Italia 26 Mei: Bologna 3-2 Napoli

I Partenopei harus puas menutup Serie A Italia 2018/19 dengan kekalahan saat bertandang ke markas Bologna. Dalam laga yang digelar di Stadion Renato Dall’Ara, pada hari Minggu (26/05) dini hari wib. Napoli menelan kekalahan tipis dengan skor 3-2 atas Rossoblu.

Bologna berhasil unggul dua gol dibabak pertama lewat gol dari Federico Santander dan Blerim Dzemaili. Napoli berhasil membalas dengan menyamakan kedudukan lewat gol Faouzi Ghoulam dan Dries Mertens. Bologna akhirnya menutup laga dengan kemenanngan lewat gol kedua dari Santander. Dengan hasil ini, Napoli menjadi tetap menjadi runner up dengan 79 poin. Sementara Bologna sementara naik ke posisi sepuluh dengan torehan 44 poin.

Jalannya pertandingan dibabak pertama dimulai dengan dominasi dari Napoli sejak menit awal laga dimulai. Dua peluang didapat oleh sang tamu lewat Fabian Ruiz dan Simone Verdi di sepuluh menit pertama namun belum ada yang berhasil membuahkan gol. Napoli kembali membuka peluang pada menit 19, memanfaatkan bola liar hasil tendangan Simone Verdi. Lorenzo Insigne kemudian menyambar bola liar dengan melepaskan tendangan namun masih bisa dibendung kiper Lukasz Skorupski. masih mampu membendung peluang tersebut.

Bologna mendapatkan dua peluang pada menit 31 dan 38. Berawal dari sepak pojok Erick Pulgar, bola berhasil diteruskan Lyanco dengan sundulan yang bisa ditepis kiper Orestis Karnezis. Peluang lain didapat lewat umpan tarik Mitchell Dijks dari sisi kiri serangan yang berhasil ditanduk Riccardo Orsolini. Namun sundulannya hanya sekedar melebar dari sisi gawang.

Upaya tuan rumah untuk mencetak gol akhirnya berbuah hasil pada menit ke 43. Melalui serangan balik cepat, Rodrigo Palacio mengirim umpan lambung jauh yang berhasil dikejar Fedrico Santander yang langsung menanduk bola dengan akurat tanpa mampu dibendung kiper Karnezis. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Dua menit berselang, Bologna sukses menggandakan keunggulan mereka lewat Blerim Dzemaili. Melalui serangan balik cepat, Dzemaili yang tanpa pengawalan menyambut umpan jauh dari lini belakang. Dzemaili pun melepaskan sepakan mendatar dari luar kotak penalti yang tak bisa diantisipasi oleh kiper tim tamu. Skor pun langsung berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Bologna yang bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Napoli yang tertinggal dua gol mencoba tampil tampil terbuka. Tim tamu pun akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke 57 lewat Faouzi Ghoulam. Menerima bola kiriman dari Fabian Ruiz, Ghoulam yang tak terkawal berhasil mencetak gol dari jarak dekat. Wasit sempat menganulir gol tersebut, namun setelah melihat kembali kamera VAR, gol akhirnya kembali disahkan dan membuat skor menjadi 1-2.

Berhasil mencetak gol membuat Napoli terus menekan pertahanan tuan rumah hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke 78. Berawal dari serangan dari dalam kotak pinalti, memanfaatkan umpan pendek dari Amin Younes di muka gawang, Dries Mertens kemudian menceploskan bola kedalam gawang yang tak bisa dijangkau oleh sang kiper.

Skor imbang terus membuat semangat Napoli dalam melakukan serangan, namun Napoli kembali kebobolan jelang akhir laga. Tepat di menit ke 88, berawal dari sepakan Mattias Svanberg dari luar kotak penalti yang kemudian berhasil dibelokkan Santander dengan kepalanya dan tak mampu diantisipasi oleh kiper Napoli, Orestis Karnezis. Skor pun berubah menjadi 3-2 yang terus bertahan hingga laga usai.

Susunan pemain kedua tim:

Bologna (4-2-3-1): Lukasz Skorupski, Ibrahima Mbaye, Danilo, Lyanco, Mitchell Dijks, Blerim Dzemaili (Mattia Destro 83′), Erick Pulgar, Roberto Soriano (Mattias Svanberg 83′), Riccardo Orsolini, Rodrigo Palacio (Ladislav Krejci 86′), Federico Santander.

Napoli (4-2-3-1): Orestis Karnezis, Kevin Malcuit, Raul Albiol, Sebastiano Luperto, Faouzi Ghoulam, Piotr Zielinski, Fabian Ruiz, Simone Verdi (Jose Callejon 64′), Amin Younes (Gianluca Gaetano 84′), Lorenzo Insigne (Dries Mertens 63′), Arkadiusz Milik.

May 26, 2019
Comments Off

Prediksi Pertandingan Liga 1 Indonesia 25 Mei: PSIS Semarang vs Persija Jakarta

Partai menarik akan tersaji dalam laga dipekan kedua Shopee Liga 1 Indonesia 2019 yang mempertemukan PSIS Semarang melawan Persija Jakarta. Dalam laga yang akan digelar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, pada hari Minggu (26/05) malam hari wib. Persija sendiri memiliki ambisi dalam laga ini untuk memetik kemenangan.

Tuan rumah PSIS sendiri juga berambisi untuk bisa bangkit usai kalah di laga perdana saat menjamu Kalteng Putra. Dipekan kedua ini, tentu tuan rumah memiliki ambisi untuk b isa meraih kemenangan. Namun menghadapi Tim Macan Kemayoran yang merupakan juara Liga 1 musim lalu, bukanlah tugas mudah bagi mereka PSIS. Namun Laskar Mahesa Jenar tentu akan memanfaatkan kesempatan dari pendukungnya agar tidak kembali terjungkal.

Kekalahan dari Kalteng Putra yang merupakan tim promosi dimusim ini dipekan lalu jelas menjadi tamparan keras bagi PSIS Semarang yang bermain dimarkas sendiri dengan skor 1-2. Laga kedua kembali diadakan di markas mereka dengan menyambut tim besar seperti Persija jelas bukan tugas yang mudah. Belum lagi dilaga laga selanjutnya PSIS akan menjalani laga tandang, situasi tersebut sangatlah sulit apalagi di Liga Utama Indonesia. Hasil dipekan lalu membuat mereka saat ini menempati posisi ke 15 dengan nol poin.

Hasil serupa juga dialami sang tamu Persija, mereka hanya bermain imbang 1-1 saat bertemu Barito Putera dilaga perdana. Ini bisa menjadi sebuah beban berat bagi Persija, karena sebagai juara bertahan hasil dilaga perdana pada musim ini kurang begitu manis, hingga membuat mereka berada di posisi 12 dengan mengoleksi 1 poin saja.

Menghadapi PSIS Semarang, Persija sendiri memiliki catatan yang bagus karena pada musim lalu mampu meraih kemenangan baik pada saat bermain di kandang dan juga di laga tandang. Dimarkas Persija, mereka sukses menang dengan skor tipis 1-0, dan pada saat bermain di Semarang. Mereka sukses meraih kemenangan besar dengan skor telak 1-4. Kemenangan tersebut sekaligus bisa menjadi membuat Persija berbicara banyak saat main di Semarang nanti.

Dua pertemuan terakhir kedua tim:

18/09/18 Persija 1-0 PSIS (Liga 1)

20/04/18 PSIS 1-4 Persija (Liga 1).

Lima pertandingan terakhir PSIS Semarang:

24/02/19 PSIS 1-4 Bhayangkara (Piala Indonesia)

06/03/19 PSIS 1-3 Persipura (Piala Presiden)

10/03/19 Kalteng 0-1 PSIS (Piala Presiden)

16/03/19 PSIS 1-0 PSM (Piala Presiden)

16/05/19 PSIS 1-2 Kalteng Putra (Liga 1).

Lima pertandingan terakhir Persija Jakarta:

26/04/19 Bali United 2-1 Persija (Piala Presiden)

01/05/19 Becamex Binh Duong 3-1 Persija (Piala AFC)

04/05/19 Persija 1-0 Bali United (Piala Presiden)

15/05/19 Persija 6-1 Shan United (Piala AFC)

20/05/19 Barito 1-1 Persija (Liga 1).

Dilihat dari statistic dan kseiapan tim, tampaknya tim Macan Kemayoran bisa mendapatkan hasil yang cukup bagus. Pasalnyadalam 7 pertemuan sebelumnya, PSIS hanya mampu meraihh dua kemenangan dan 6 kekalahan. Prediksi skor 1-2 untuk kemenangan Persija kemungkinan menjadu hasil akhir pada laga nanti.

Perkiraan susunan pemain:

PSIS Semarang (4-3-3): Joko Ribowo, Fredyan Wahyu, Tegar Infantri, Bayu Nugroho, Wallace Costa, Septian David Maulana, S. Escobar, Fauzan Fajri, Patrick Mota, Hari Nur Yulianto, Safrudin Tahar

Pelatih: Jafri Sastra.

Persija (4-2-3-1): Andritany Ardhiyasa, Ismed Sofyan, Steven Paulle, Maman Abdurahman, Tony Sucipto, Rohit Chand, Ramdani Lestaluhu, Bruno Matos, Novri Setiawan, Riko Simanjuntak, Marko Simic

Pelatih: Ivan Venkov Kolev.

May 24, 2019
Comments Off

Cerita Mario Goetze Setelah Pindah Ke Bayern

Mario Goetze yang bagaimana pun juga pernah mengalami sesuatu permasalahan dengan adanya dimusuhi oleh fans Borussia Dortmund setelah adanya memutuskan untuk pindah ke bayern Munich .dan akibatnya adalah, Goetze dan juga keluarganya juga menerima banyak ancaman -ancaman yang telah membuatnya kekawatiran dengan adanya penerorran yang telah dibuat oleh fans itu .

Bagaimana pun juga Goetze yang juga pernah menjadi pesepakbola muda paling mengilap setelah ia dibantu oleh Dortmund yang juga sudah berhasil dan sukses dalam menjuarai Bundesliga dua kali secara beruntun pada saat di tahun 2010/2011 yang lalu dan juga 2011/12 itu. namun akan tetapi, pada saat di musim panas tahun 2013 yang lalu gelandang yang berasal dari jerman itu hijrah ke bayern, yang juga sudah menciptakan reaksi keras dari suporter Die Borussen.

dan dengan bersama Bayern dibawah arahan dari josep Guardiola,Goetze yang secara tidak langsung telah gagal dalam memenuhi potensi meski ia telah sukses berhasil merebut trofi domestik mayor, dan pencetak gol kemenangan jerman di final Piala Dunia tahun 2014 lalu itu cuman hanya berhasil mencetak 36 gol dalam 100 penampilan yang sudah dipertandingkan itu.

Selain dari itu juga Goetze yang juga pernah mengungkapkan bahwa keputusan untuk bergabung dengan Bayern juga sudah dipikirkan oleh nya berulang kali, meskipun itu juga pada akhirnya tidak sukses-sukses amat di bayern, Goetze yang menyadari akan hal itu dan tidak menyesal dengan keputusan yang telah ia buat.

” itu adalah salah satu keputusan tersulit dalam hidupku , namun akan tetapi bukan sesuatu yang dilakukan dalam semalam,”ujar darai Goetze kepada Player’s tribune.Sontak dari Bayern yang telah mendekatiku semusim sebelumnya namun akan tetapi lagi-lagi aku tidak pindah, tapi ketika Pep guardiola diumumkan sebagai manajer, aku juga tidak tahu apa yang mesti dilakukan, aku juga sudah merasa aku perlu sebuah perubahan, dan bermain di bawah pep akan membantuku berkembang  sebagai seorang pemain.”

 

May 24, 2019
Comments Off

Perjalanan Fans Chelsea Untuk Nonton Final Liga Eropa

Final Liga Europa antara Chelsea Vs Arsenal yang bagaimana pun juga akan segera diselenggarkan pertandingannya di Baku,Axerbaijan. dan selain dari itu juga ada kisah tentang perjalanan yang sangat begitu panjang yang telah dilakukan oleh fans the blues dari London, dalam artian ingin menyaksikan pertandingan yang akan begitu sangat sengit diantara kedua tim itu tersebut.

Duel laga antara chelsea vs Arsenal yang akan secara langsung di gelar di olympic Stadium,Baku, Azerbaijan,yang pertandingan itu juga akan secara langsung dipertandingkan segera pada tanggal 30 juni 2019 waktu dinihari WIB itu tersebut, dan di kata lain juga lokasi itu juga akan berjarak sangat jauh sekitara dari 5 ribu kilometer lebih dari inggris itu sendiri.

di sisi lain jika untuk menempuh jarak sejauh itu, maka adanya biaya tambahan perjalanan yang terbilang sangat mahal,dan akan mengakibatkan dari para fans untuk kedua tim untuk bisa menyaksikan final liga Europa itu akan sangat susah sekali, dan jika saja pun ada yang nekat untuk menyaksikan pertandingan itu, maka perjalanan itu begitu sangat berat mau tidak mau mereka harus menempuhnya.

Dikutip dari Daily Mail, Dua fans chelsea yang juga merupakan ayah dan anak,Kevin Cobb dan juga Joake Ralph, yang harus menempuh perjalanan berhari-hari untuk tiba di baku dari london .

Kevin dan juga jake yang juga tengah sedang mengawali perjalanannya dari Bandara Stansted, London, Mereka telah melakukan perjalanan ini dari pada hari selasa (21/5/2019), tiba di turki pada saat hari rabu (22/5).dan keduanya juga akan melanjutkan perjalanan ke Ankara dengan Menggunakan Pesawat lagi dalam penerbangan selama satu jam.

dan setelah setibanya sampai di Ankara, tibalah perjalanan yang begitu berat dan memakan waktu untuk berhari-hari dalam perjalanan itu untuk kevin dan jake,keduanya akan melakukan perjalanan darat dengan kereta 24 jam, dan setelah itu mereka akan menaiki Dogu Ekspresi dari Ankara menuju kars yang berjarak sekitar 1.310 kilometer pada kamis (23/5).

 

Pages:123456»