Browsing articles from "October, 2019"
Oct 31, 2019
Comments Off

Frank Lampard Senang Dengan Kemajuan Chelsea

Frank Lampard senang dengan kemajuan Chelsea sejak kekalahan awal yang berat dari Manchester United ketika kedua tim bersiap untuk bertemu lagi pada hari Rabu, Pertandingan kompetitif pertama Lampard yang bertanggung jawab atas Chelsea berakhir dengan kekalahan 4-0 yang menyakitkan di Old Trafford pada akhir pekan pembukaan musim Liga Premier pada bulan Agustus dan The Blues mengalami awal yang lambat untuk kampanye ini tetapi sejak itu berhasil, memenangkan tujuh pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi jelang pertandingan EFL Cup dengan United di Stamford Bridge. “Rasanya sejuta mil,” kata Lampard pada konferensi pers hari Selasa ketika merenungkan terakhir kali klub saling berhadapan. “Saya tidak mengabaikannya sebab mereka menyakiti kami empat kali dalam permainan yang kami mainkan dengan sangat baik.”

“Kami membaik, itulah yang utama, Ini adalah apa yang kami perjuangkan dan menyenangkan untuk melihat pertanda baik, Saya berusaha untuk tidak terlalu banyak mendengarkan pembicaraan tentang masa depan, Jika kita lakukan itu akan ada masalah, Sangat menyenangkan kami bekerja ke arah yang baik. ” Kemenangan Chelsea saat ini dimulai dengan kemenangan 7-1 atas Grimsby Town di babak terakhir dan Lampard mengincar trofi EFL Cup bersama sekelompok pemain mudanya. “Kami akan menargetkan semua trofi, Kami ingin memenangkan setiap pertandingan tetapi besok kami menghadapi lawan top, Setiap permainan Anda harus memberikan segalanya untuk mencoba dan menang, Sehari di Wembley seharusnya tidak pernah diambil. Tetapi tidak hanya untuk anak laki-laki dan Kami akan memberikan semua milik kami. ”

Sementara Chelsea telah membaik setelah pembukaan yang lamban pada pemerintahan Lampard, United telah berjuang untuk konsistensi dan tujuh poin di belakang lawan mereka berikutnya di Liga Premier, Lampard akan merotasi pasukannya menyusul kemenangan 4-2 di Burnley terakhir kali, meskipun ia mengonfirmasi N’Golo Kante dan Antonio Rudiger tetap absen untuk pertandingan tengah pekan. “Saya tidak ingin terlalu banyak berbicara tentang United, tetapi sejak pertandingan pertama total poin kami sangat bagus, Tidak ada gunanya berfokus pada United selain mengatakan mereka penuh dengan pemain top, Orang-orang tidak boleh terlalu kritis terhadap klub lain. “Dalam hal perubahan, saya harus menyadari bahwa kami belum banyak berubah, laga ini mungkin memberi peluang bagi pemain yang belum mendapatkan menit bermain dan Saya ingin memainkan setiap pertandingan sebagai pemain tetapi di sisi ini, Anda melihat segalanya sedikit berbeda.”

“Permintaan pemain lebih banyak, Saya tidak akan menganggap enteng game ini meskipun saya membuat perubahan, Jika pemain keluar dari barisan dengan pandangan untuk beberapa minggu mendatang, ini tentang gambaran besarnya, Saya mengerti bagaimana para pemain, tetapi mereka yang memulai akan memberikan segalanya dan mereka yang tidak akan mendukung mereka dengan sangat karena ini membantu mereka bermain dengan baik dan Itulah perasaan menyenangkan di saat ini, Mereka bermain dan saya harus memperhitungkannya tentang istirahat. ”

“Semua yang ada bakal  menjadi sangat penting untuk kita semua dan semua pemain akan berjuang dengan sebaik mungkin agar tidak menyebabkan masalah di kemudian hari, bagi kami sebuah klub adalah sebuah keluarga untuk kita bersandar serta menjadi lebih baik, itu adalah hal yang sangat patut untuk dipuji apalagi setiap pemain memiliki kelebihan masing-masihg yang akan kita harapkan menjadi lebih baik juga.”

Oct 29, 2019
Comments Off

Juventus harap bisa bermain tanpa adanya Cristiano Ronaldo

Kini klub dari Juventus akan buktikan bahwa mereka tetap bisa bermain meskipun tanpa di perkuat kan kepada oleh Cristiano Ronaldo. Dan sehingga klub ajang Liga Italia itu telah sudah gagal meraih kemenangan Lecce.

Cristiano Ronaldo lagi asyik leyeh-leyeh di rumahnya saat Juventus sukses imbang skor 1-1 lawan tim sebesar dan sekuat Lecce pada hari Sabtu waktu setempat, saat Inter Milan imbang skro 2-2 lawan Parma. Kedua gol datang dilaporkan MDS dari adu penalti dan membuktikan jika Juve masih tetap oke meski tanpa CR7.

Juve yang tidak terkalahkan memiliki 23 poin dari 9 pertandingan, satu poin lebih dari Antonio Conte Inter Milan. Ronaldo sendiri memang tidak ikutan terbang dari Italia dan pelatihnya menilai sang pemain memang layak dapat waktu rehat.

“Ronaldo lelah baik secara fisik dan mentalnya juga, sehingga tidak akan ikut membantu kami untuk melakukan perjalanan ini.” Jelas pelatih Maurizio Sarri. “Pada saat seorang pemain memperlihatkan tanda-tanda kelelahan, sudah haknya untuk mendapatkan waktu istirahat.”

“Bahkan tanpa dia kita tetap masih sanggup menciptakan sepuluh peluang untuk menghasilkan gol, tetapi kami tidak mampu saja menyelesaikan mereka. Kami membiarkan diri kita tersedot ke dalam permainan kotor mereka.”

Sarri lantas mengevaluasi hasil pertandingan tersebut dan mengakui kekurangan apa yang perlu ia perbaiki dari timnya. “Kami perlu sedikit lebih bisa menentukan hasil laga dan lebih klinis lagi setelah kami mencetak gol,” lanjut Sarri. “Saya tidak suka melihat cara kami bermain tadi setelah mendominasi, kami malah jadi terlalu banyak santai setelahnya.”

“Saya ada sedikit khawatir, karena ada empat pertandingan lagi sebelum masa jeda internasional berikutnya. Kami akan menjalani periode di mana kami tidak bisa melakukan pergantian pemain saat bertanding. Jadi ada peningkatan risiko terjadinya cedera pemain.”

Skuad Sarri selanjutnya akan melawan Genoa pada hari Kamis, 31 Oktober pukul 03.00. Genoa berpeluang diimbangi Juve lagi, kecuali CR7 bisa dimainkan kembali.

Menghadapi Genoa, kubu Juve punya peluang menang 74 persen berbanding 8 persen peluang kemenangan lawan. Juve yang masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan 23 poin masih terlalu jauh dengan klub penghuni tangga 17 klasemen berbekal 8 poin saja.

Oct 28, 2019
Comments Off

Prediksi Pertandingan La Liga 30 Oktober: Barcelona vs Real Valladolid

El Barca akan menjadi tuan rumah pada pertandingan lanjutan La Liga 2019/20 di jornada ke 10. Dalam laga yang akan digelar di Camp Nou pada hari Rabu (30/10) dini hari wib. Barcelona tidak boleh kehilangan poin di laga nanti agar bisa kembali ke posisi puncak klasemen.

Persaingan di papan atas La Liga memasuki pertengahan musim ini berjalan dengan cukup ketat. Barcelona sementara digusur oleh Granada dengan 19 poin berjarak satu angka. Barcelona juga hanya unggul satu poin atas sang rival Real Madrid di posisi enam yang juga baru memainkan sembilan laga setelah El Clasico yang seharusnya digelar pada akhir pekan kemarin ditunda. Meladeni Real Valladolid di kandang, Barcelona pun dituntut meraih kemenangan.

Setelah pertandingan di akhir pekan yang ditunda, kebugaran tim Barcelona pun bisa dikatakan lebih baik daripada Valladolid. Bertindak sebagai tuan rumah, Barcelona pun difavoritkan untuk meraih tiga poin atas lawannya nanti.

Namun, sang tamu nantinya juga tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Tim besutan Sergio Soriano ini baru mencatatkan dua kali kekalahan dari 10 laga musim ini. Selebihnya, mereka mampu meraih 3 kali kemenangan dan 5 hasil imbang. Hasil tersebut membuat Valladolid kini duduk di posisi 9 klasemen sementara dengan 14 poin.

Valladolid sendiri pun berpotensi merepotkan tuan rumah di laga nanti. Kesuksesan mereka menahan Real Madrid dengan skor akhir 1-1 di Santiago Bernabeu pada pekan ke 2 menjadi pertimbangan El Barca nanti. Mereka juga mampu menang dua gol tanpa balas di kandang Espanyol pada pekan ke 7, dan meraih hasil imbang 1-1 di markas Athletic Bilbao pada pekan ke 9. Dan akhir pekan kemarin mereka berhasil menang dengan skor 2-0 atas Eibar.

Di laga nanti, Barcelona masih akan kehilangan sosok Samuel Umtiti dan Sergi Roberto yang masih dibekap cidera. Sementara Ousmane Dembele harus absen lantaran terkena akumulasi kartu. Ernesto Valverde sendiri berpotensi menurunkan skuad terbaiknya di laga nanti untuk bisa mengamankan poin kembali ke puncak klasemen La Liga.

Dari tim tamu, pelatih Sergio Gonzalez masih dipusingkan dengan badai cidera yang dialami skuadnya. Tercatat Hervias, Ruben Alcaraz, Sandro Ramirez, Fede San Emeterio dan Luismi masih dibekap cidera. Bahkan kabarnya sang pilar tim mereka Javi Sanchez juga diragukan untuk tampil dilaga ini karena kondisinya yang belum pulih benar.

Lima pertemuan terakhir kedua tim:
20/05/13 Barcelona 2-1 Valladolid (La Liga)
06/10/13 Barcelona 4-1 Valladolid (La Liga)
08/03/14 Valladolid 1-0 Barcelona (La Liga)
26/08/18 Valladolid 0-1 Barcelona (La Liga)
17/02/19 Barcelona 1-0 Valladolid (La Liga).

Lima pertandingan terakhir Barcelona:
28/09/19 Getafe 0-2 Barcelona (La Liga)
03/10/19 Barcelona 2-1 Inter Milan (UCL)
07/10/19 Barcelona 4-0 Sevilla (La Liga)
19/10/19 Eibar 0-3 Barcelona (La Liga)
24/10/19 Slavia Praha 1-2 Barcelona (UCL).

Lima pertandingan terakhir Real Valladolid:
29/09/19 Espanyol 0-2 Valladolid (La Liga)
06/10/19 Valladolid 0-0 Atletico (La Liga)
10/10/19 Valladolid 3-2 Salamanca (Persabahatan)
20/10/19 Bilbao 1-1 Valladolid (La Liga)
26/10/19 Valladolid 2-0 Eibar (La Liga).

Valladolid masih terkalahkan dalam 5 laga terakhirnya di La Liga dengan catatan dua kali kemenangan dan tiga hasil imbang. Sementara Barcelona juga memenangi 10 laga secara beruntun melawan Valladolid baik kandang dan tandang. Meski berkesempatan mencuri poin di Camp Nou, namun prediksi memperkirakan kemenangan Barcelona dengan skor 2-0 bisa menjadi hasil akhir di laga nanti.

Perkiraan susunan pemain:
Barcelona (4-3-3): Marc-Andre Ter Stegen, Nelson Semedo, Gerard Pique, Clement Lenglet, Jordi Alba, Ivan Rakitic, Sergio Busquets, Frenkie De Jong, Antoine Griezmann, Luis Suarez, Lionel Messi
Pelatih: Ernesto Valverde.

Valladolid (4-4-2): Jordi Masip, Javi Moyano, Kiko Olivas, Mohammed Salisu, Nacho Martinez, Oscar Plano, Joaquin Fernandez, Michel Herrero, Toni Villa, Enes Unal, Sergi Guardiola
Pelatih: Sergio Gonzalez.

Oct 28, 2019
Comments Off

Prediksi Pertandingan Serie A Italia 28 Oktober: AS Roma vs AC Milan

Laga bigmatch akan tersaji pada giornata ke 9 Serie A Liga Italia 2019/20 yang mempertemukan Serigala Roma melawan Rossoneri di Stadio Olimpico, pada hari Senin (28/10) dini hari wib nanti. Duel kedua tim ini sepertinya bakal berlangsung dengan ketat.

Pasalanya, baik Roma dan Milan saat ini sama sama hanya menang sekali dalam lima laga terakhir mereka. Mereka juga sedang dalam kesulitan mencetak gol ke gawang lawan lawannya. Namun, dari segi hasil, Roma masih lebih baik dengan mencatatkan empat kali hasil imbang secara beruntun. Dibandingkan Milan yang imbang sekali dan telah kalah tiga kali.

Permainan yang tidak stabil dari Roma ini bisa diakibatkan karena badai cedera yang menerpa Serigala Roma yang belum usai. Terdapat nama nama seperti Davide Zappacosta, Lorenzo Pellegrini, Henrikh Mkhitaryan, Amadou Diawara, Nikola Kalinic hingga Byran Cristane yang dilanda cidera. Sementara Justin Kluivert harus absen di laga ini lantaran terkena skorsing kartu kuning.

Pekan lalu, Roma hanya bermain imbang tanpa gol di markas Sampdoria. Hasil itu membuat Roma turun ke posisi ke tujuh di tangga klasemen dengan 13 poin. Pada tengah pekan kemarin, gol Nicolo Zaniolo tak cukup untuk memberi kemenangan kala harus ditahan imbang 1-1 tim tamu Borussia Monchengladbach di Liga Europa. Namun tambahan satu poin ini masih menempatkan mereka di posisi pertama Grup J Liga Eropa dengan lima poin.

Sementara itu di kubu Milan, pergantian pelatih dari Marco Giampaolo ke Stefano Pioli ternyata tak terlalu memberi dampak instan bagi Rossoneri. Dalam laga pertamanya bersama Pioli, menjamu Lecce di San Siro pada pekan lalu hanya menghasilkan hasil imbang 2-2. Hakan Calhanoglu dan Krzysztof Piatek menyumbang satu gol. Sayang, gol injury time Marco Calderoni memaksa Milan harus puas berbagi angka satu poin.

Lima pertemuan terakhir kedua tim:
08/05/17 Milan 1-4 Roma (Serie A).
01/10/17 Milan 0-2 Roma (Serie A)
26/02/18 Roma 0-2 Milan (Serie A)
01/09/18 Milan 2-1 Roma (Serie A)
04/02/19 Roma 1-1 Milan (Serie A)

Lima pertandingan terakhir AS Roma:
29/09/19 Lecce 0-1 Roma (Serie A)
03/10/19 Wolfsberger 1-1 Roma (UEL)
06/10/19 Roma 1-1 Cagliari (Serie A)
20/10/19 Sampdoria 0-0 Roma (Serie A)
24/10/19 Roma 1-1 Muenchen Gladbach (UEL).

Lima pertandingan terakhir AC Milan:
22/09/19 Milan 0-2 Inter (Serie A)
27/09/19 Torino 2-1 Milan (Serie A)
30/09/19 Milan 1-3 Fiorentina (Serie A)
06/10/19 Genoa 1-2 Milan (Serie A)
21/10/19 Milan 2-2 Lecce (Serie A).

Dari statistik tim, AS Roma hanya kalah sekali dalam tujuh laga kandang terakhirnya melawan Milan di Serie A dengan catatan tiga kali menang dan tiga kali imbang. Namun, Milan sendiri belum terkalahkan dalam tiga laga tandang terakhirnya di Olimpico dengan meraih dua kali kemenangan dan satu kali hasil imbang.

Roma hanya menelan 1 kali kekalahan dalam 17 laga terakhirnya di Serie A dan selalu tercipta maksimal 2 gol dalam 4 laga terakhir Roma di Serie A. Sementara Milan sendiri tanpa clean sheet dalam 5 laga terakhirnya di Serie A, menariknya Milan selalu mencetak gol dalam 3 laga tandang terakhirnya di Serie A.

Prediksi skor imbang 1-1 kemungkinan akan jadi hasil akhir dilaga ini.

Perkiraan susunan pemain:
AS Roma (4-2-3-1): Pau Lopez, Leonardo Spinzzola, Gianluca Mancini, Chris Smalling, Alekasandar Kolarov, Jordan Veretout, Javier Pastore, Alessandro Florenzi, Diego Perotti, Nicolo Zaniolo, Edin Dzeko
Pelatih: Paulo Fonseca.

AC Milan (4-3-3): Gianluigi Donnarumma, Andrea Conti, Mateo Musacchio, Alessio Romagnoli, Theo Hernandez, Franck Kessie, Lucas Biglia, Lucas Paqueta, Suso, Krzysztof Piatek, Hakan Calhanoglu
Pelatih: Stefano Pioli.

Oct 27, 2019
Comments Off

Giorgio Chiellini Lebih Memilih Menjadi Direktur Daripada Menjadi Pelatih

Telah jadi hal biasa bila pemain sepak bola akan banting setir jadi pelatih selesai pensiun. Tetapi rupanya hal tersebut tidak menarik ketertarikan Giorgio Chiellini.

Chiellini telah berumur 35 tahun. Kapten Juventus itu merencanakan bermain dua tahun sebelum gantung sepatu.

Chiellini juga telah mulai pikirkan profesi selesai pensiun jadi pemain sepak bola kelak. Ia mengungkapkan kemauannya menjadi direktur club.

Meskipun begitu, Chiellini tidak ingin tergesa-gesa. Pemain Italia itu tidak akan sungkan untuk belajar terlebih dulu.

Saya ingin berkarier jadi direktur, tapi tentu saja saya harus tenang, sebab saya fikir kekeliruan paling besar kami beberapa pemain sepakbola ialah demikian profesi kami usai, kami langsung berpikir jika kami telah siap (jadi direksi club),” tutur Chiellini pada La Gazzetta dello Sport, seperti diambil Football Italia.

“Saat Anda berhenti bermain, di antara 35 serta 40 tahun jika mujur, Anda anggap Anda ketahui segala hal masalah sepakbola. Tetapi selanjutnya masuk ke dunia kerja, dimana orang seumuran Anda telah kerja paling tidak 15 tahun di level yang bagus.

“Serta bila Anda turun satu level, Anda temukan orang yang 10 tahun lebih muda tetapi punyai pengalaman 10 tahun makin banyak.””

“Karenanya, Anda punyai jurang yang perlu dijembatani serta harus mengerti itu. Anda punyai pengetahuan dari pemikiran sepakbola, tetapi Anda harus juga tempatkan segala hal pada tempatnya.”

“Melepas diri dari lapangan rumput bukan hal gampang, tetapi saya tidak terpikat dengan kehidupan satu orang pelatih,” lanjut Chiellini.

“Sekarang pelatih tidak cukup dengan modal strategi yang bagus. Mereka butuh jadi psikolog serta pemimpin yang dapat berikan motivasi beberapa pemain ,” sambungnya.

Chiellini sekarang sedang jalani pemulihan luka anteriorcruciate ligament (ACL) yang dideritanya semenjak Agustus lalu serta harus mangkir sepanjang enam bulan. Dia direncanakan baru dapat merumput pada Maret tahun kedepan.

Oct 26, 2019
Comments Off

Tidak ada kreativitas dalam serangan MU

Setan Merah hanya mencetak 10 kali dalam sembilan pertandingan Liga Premier musim ini dan Paul Parker tidak melihat solusi yang jelas untuk masalah mereka. Mereka tampil mengesankan dalam pertandingan mereka melawan tim terbaik yang telah mereka mainkan musim ini – Leicester City, Liverpool dan Chelsea – namun berjuang melawan tim-tim kecil Liga Premier.

Namun, masalah mereka dengan kualitas yang seharusnya lebih rendah mudah untuk dijelaskan.

United mampu bermain pada serangan balik melawan tim yang memiliki kepercayaan diri untuk fokus pada lini depan mereka sendiri.

Brendan Rodgers, Jurgen Klopp dan Frank Lampard memiliki pengetahuan dan pemain untuk mencoba mengungguli lawan mereka. Peluang terbaik kemenangan yang mereka miliki adalah memanfaatkan kecepatan dan kemampuan teknis dari penyerang mereka, dan menambah upaya-upaya tersebut dengan sisa sumber daya mereka.

Pendekatan semacam itu tampaknya tidak berhasil melawan pasukan Ole Gunnar Solskjaer, yang mampu menyerap tekanan kuat, dengan pemain musim panas Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire sekarang membuat kehadiran mereka terasa dalam pertahanan yang semakin kokoh.

Selain itu, Scott McTominay adalah gelandang bertahan yang mampu melakukan tugasnya dengan baik untuk melindungi empat bek.

Namun, masalah United muncul ketika mereka dipaksa untuk menjebol lawan yang jauh.

Marcus Rashford dan Daniel James diberkati dengan kecepatan terik sehingga mereka bisa melukai tim mana pun di serangan balik – tetapi kecepatan mereka saat istirahat diberikan tidak berguna melawan tim yang duduk santai.

Ketika dihadapkan dengan pertahanan selimut, United malah perlu menggerakkan bola dengan cepat – sesuatu yang mantan bek kanan Paul Parker merasa mereka saat ini tidak mampu melakukan.

“United tidak memiliki cukup pemain yang bisa memainkan permainan itu,” katanya kepada Goal. “Mereka tidak bermain untuk memasukkan bola atau gelandang ke kotak secepat mungkin.

“McTominay, misalnya, tidak cukup sering memasuki area penalti.”

Tentu saja, United sedang berjuang untuk mencetak gol, dengan hanya mencetak 10 gol dalam sembilan pertandingan liga mereka sejauh ini sementara mereka gagal mencetak lebih dari satu kali dalam pertandingan di kompetisi apa pun sejak kemenangan 4-0 mereka atas Chelsea pada hari pembukaan kampanye. .

Tentunya kualitas para pemain harus diperhitungkan tetapi ada kekhawatiran mengenai cara mereka diperintahkan untuk bermain – sama seperti di bawah Jose Mourinho, Louis van Gaal dan David Moyes.

Memang, ada orang-orang yang percaya bahwa pelatihan Solskjaer tidak cukup canggih untuk permainan modern, bahwa ia tidak memiliki persyaratan yang diperlukan untuk menunjukkan pasukannya bagaimana cara memecah pertahanan.

Namun, Parker mengatakan bahwa di bawah Sir Alex Ferguson – yang mengawasi periode paling sukses dalam sejarah United – para pemain tidak dibebani dengan informasi taktis.

“Itu tentang cara terbaik untuk mengekspresikan diri kita,” mantan pemain internasional Inggris ini mengungkapkan. “Tidak terlalu banyak instruksi.

“Di depan empat belakang kami adalah enam depan yang sangat baik. Itu membuat pekerjaan kami mudah. ”

Tim United saat ini tidak memiliki standar pemain yang sama, seperti yang digarisbawahi oleh fakta bahwa Ashley Young mulai bermain sebagai bek sayap dalam hasil imbang 1-1 akhir pekan lalu dengan Liverpool – dan tersingkir dari posisi untuk menyamakan kedudukan bagi Adam Lallana.

“Young telah bermain sebagai bek sayap selama bertahun-tahun, tetapi dia masih bertahan seperti pemain sayap,” kata Parker. “Dia tidak tahu cara melacak pelari dan, sebagai bek, Anda perlu mengetahui di mana lawan Anda berada. sepanjang waktu – bahkan ketika Anda berpikir mereka offside. ”

Maka, bisa jadi saatnya untuk bertaruh dengan Brandon Williams yang berusia 19 tahun, yang hanya melakukan debut melawan AZ Alkmaar pada awal Oktober tetapi terkesan dengan ketenangan dan niat menyerang, baik melawan Liverpool maupun di Europa Kamis. Liga menang di Partizan.

Tentu saja, Solskjaer harus memilih antara Young dan Williams karena upaya Luke Shaw yang sedang berlangsung untuk kembali ke kebugaran penuh dan tidak dapat disangkal bahwa United telah kurang beruntung dengan cedera sejauh musim ini.

Oct 22, 2019
Comments Off

Pep Guardiola punya acara unik untuk menjaga pemainnya tetap fit hadapi bulan Desember

Pelatih asal Spanyol itu menemukan cara unik untuk menjaga kebugaran para pemainnya karena mereka berupaya menghadapi tuntutan bermain dua kali dalam waktu kurang dari 48 jam pada bulan Desember.

Pep Guardiola memiliki rencana untuk memastikan para pemain Manchester City bisa bermain dua kali dalam waktu kurang dari 48 jam pada bulan Desember: “Pulang, buka kulkas dan masuk ke dalam.”

Juara yang berkuasa telah dibagikan secara sulit selama periode perayaan menyusul perubahan jadwal untuk liputan televisi langsung, dengan perjalanan mereka ke Wolves sekarang mulai pukul 19:45 waktu setempat pada 27 Desember.

Mereka kemudian menyambut Sheffield United ke Stadion Etihad pada 29 Desember, pertandingan dimulai pukul 18:00, sebelum pertandingan kandang melawan Everton pada 1 Januari 2020.

Ditanya apa yang bisa dia lakukan untuk memerangi perputaran cepat antara bepergian ke Molineux dan menjadi tuan rumah Blades sebelum pergantian tahun, Guardiola menjawab: “Para pemain ke lemari es. Aku tidak bercanda.

“Pulang, buka kulkas dan masuk selama 48 jam. Sampai jumpa di Stadion Etihad [pada 29 Desember].

“Ketika saya membuka lemari es untuk membuat telur dadar, mungkin saya bisa berbicara dengan pemain saya. Tapi selain itu, tidak mungkin.

“Itu terjadi pada musim pertama saya di sini. Saya pikir kami bermain pada 31 Desember di Anfield dan kemudian di kandang melawan Burnley [pada 2 Januari].”

Sebelum perlu khawatir tentang rencana Natal, Guardiola dan timnya harus fokus pada menutup celah untuk sisi Liverpool yang panas dalam beberapa minggu mendatang.

Setelah kehilangan satu poin dalam perburuan gelar mendebarkan pada 2018-19, Liverpool yang di tangani oleh Jurgen Klopp memulai musim Liga Premier musim ini dengan hasil yang Oke, yaitu dengan delapan kemenangan beruntun.

City, sebaliknya, menderita kekalahan dari Norwich City dan Wolves untuk duduk delapan poin dari kecepatan di urutan kedua. Namun, Guardiola memahami masih ada jalan panjang, terutama dengan Aymeric Laporte yang akan memperkuat skuad dengan kembalinya dari cedera lutut pada awal 2020.

“Selama 11 tahun, tidak ada tim di Inggris yang memenangkan [gelar] back-to-back. Sulit, tentu saja,” kata mantan bos Barcelona dan Bayern Munich itu kepada media menjelang perjalanan ke Crystal Palace, Sabtu.

“Tapi Anda memiliki saingan yang tak terbendung saat ini. Delapan pertandingan, delapan kemenangan. Kami kalah, tapi di Spanyol klub besar kalah, di Italia klub besar kalah, di sini kami menghadapi satu tim yang merupakan juara Eropa dan tidak kehilangan satu pertandingan.

“Ini sulit. Dalam beberapa pertandingan kami bisa menang tetapi kami tidak menang. Kesalahan kami banyak menghukum kami. Selama musim ada pasang surut. Kami berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik.

“Mulai besok [Sabtu] dan di Liga Champions, kami mencoba membuat langkah maju yang luar biasa, untuk memenangkan pertandingan melawan Atalanta [pada hari Selasa], maka pada bulan Februari Laporte akan kembali, sebagian besar pemain akan kembali.

“Kami akan melihat apa yang terjadi di tahap selanjutnya. Biasanya, ketika Anda memenangkan apa yang telah kami menangkan dalam dua musim terakhir dan Anda tiba di bulan Maret dan April di sana, setelah itu lebih sulit untuk kehilangan poin. Tetapi, pada tahap paling awal dari musim, terkadang itu normal. ”

 

Oct 22, 2019
Comments Off

Antonio Conte Puas Dengan Duet Lukaku

Antonio Conte telah memuji sikap mementingkan diri sendiri yang bekerja keras dari Inter dan percaya lebih banyak hal yang sama akan membantu Lautaro Martinez menyadari potensi luar biasanya, Pemain internasional Argentina Martinez telah mencapai pemahaman yang kuat dengan duet penyerang baru Romelu Lukaku, seperti terlihat dalam kemenangan 4-3 mendebarkan atas Sassuolo pada hari Minggu dimana sang penyerang mencetak dua gol masing-masing dalam aksi ganda yang menghancurkan ketika Nerazzurri memastikan kemenangan ketujuh dalam delapan pertandingan Serie A dan Martinez memenangkan penalti untuk gol kedua Lukaku dan melakukan tendangan penalti di babak kedua setelah rekan setimnya melepaskan kesempatan untuk menyelesaikan hattrick.

Sikap seperti itulah yang membuat kepala pelatih Conte terkesan. “Saya pikir Lukaku adalah pemain tim yang nyata,” pelatih Inter mengatakan pada konferensi pers pada hari Selasa. “Dia merayakan golnya dengan para pemain dan bangku cadangan, Pers beralih dari mengkritik menjadi memuji terlalu cepat, Saya melihat kinerjanya, bukan hanya angka maka Saya sangat senang dengan Lukaku sebab Dia telah menetap dengan baik dan terkesan sebab Kami adalah kelompok yang baik, Adapun Lautaro, ia harus terus bekerja karena itulah yang harus ia fokuskan, turun dan pedal, seperti yang saya katakan sebab Gol itu penting, tetapi itu bukanlah segalanya bagi seorang penyerang dan Dia perlu bekerja keras untuk tim, seperti yang dia lakukan tentu Saya suka dia bermain untuk tim dan Dia menetapkan tujuan dan mencetak gol.”

“Dia memiliki area untuk dikerjakan, tetapi dia memiliki potensi yang sangat besar.” Conte akan berharap Lukaku dan Martinez dapat memecat timnya kembali ke pertarungan untuk mendapatkan tempat di putaran sistem gugur Liga Champions ketika mereka menjamu Borussia Dortmund pada hari Rabu sebab Inter tahu apa pun yang kurang dari tiga poin akan membuat kualifikasi dari Grup F, yang juga berisi Barcelona, sangat sulit. Conte ingin timnya berada di kaki depan di San Siro meskipun tersangka mereka bertahan melawan Sassuolo. “Kami akan membawa permainan itu ke mereka, Kami memiliki ide dan cara kami ingin bermain dan Kami tahu akan ada risiko, tetapi kami adalah pihak yang akan mengambil inisiatif. ”

Oct 21, 2019
Comments Off

Seru, Inter Tundukkan Sassuolo 4-3

Hujan gol tercipta di dalam laga Sassuolo vs Inter Milan di dalam pertandingan lanjutan Serie A. Inter berhasil menang dengan skor akhir 4-3 lewat partai yang begitu menegangkan.

Di dalam pertandingan yang berlangsung di Stadio Mapei pada hari Minggu (20/10/2019) malam WIB, kedua kesebelasan saling jual beli serangan. Hasilnya ada 7 gol yang tercipta.

Empat gol Inter diciptakan oleh Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku yang masing-masing mencetak 2 gol. Sementara itu Sassuolo membalas melalui gol Domenico Berardi, Filip Djuricic dan Jeremie Boga.

Kemenangan ini membuat I Nerazzurri tetap berada di peringkat 2 klasemen Serie A dengan nilai 21 poin dari 8 pertandingan, mengekori Juventus yang unggul satu poin. Sementara itu I Neroverdi berada di urutan 16 dengan nilai 6 poin.

Jalannya Laga

Begitu pertandingan dimulai, Inter langsung tampil menyerang. Pertandingan belum berjalan 2 menit, tim tamu sudah memimpin 1-0. Menerima umpan Marcelo Brozovic, tembakan Martinez dari sebelah kiri tidak bisa dihalau Andrea Consigli.

Di menit ke-13, Martinez kembali nyaris menambah gol buat Inter, akan tetapi sepakannya masih belum mengarah ke gawang. Ketinggalan satu gol, Sassuolo mencoba membalas.

Hasilnya Sassuolo berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-16. Aksi individu Berardi di sebelah kanan berhasil menembus lini pertahanan Inter dan diakhiri dengan tendangan keras mendatar yang menaklukkan Samir Handanovic.

Sesudah itu, kedua kesebelasan sempat mengalami kesulitan menciptakan peluang. Di menit ke-35, barulah Inter kembali mendapatkan kans lewat Lukaku, akan tetapi penyelesaian akhirnya masih melenceng di sebelah kiri gawang tim tuan rumah.

Tiga menit kemudian, Lukaku tidak membuang peluang untuk membawa Inter kembali unggul 2-1. Menerima umpan Stefan De Vrij, Lukaku melepaskan tembakan ke pojok kiri gawang tanpa bisa diselamatkan Consigli.

Menjelang paruh pertama tuntas, Inter berhasil menciptakan gol ketiganya. Bermula dari dijatuhkannya Martinez di dalam kotak penalti Sassuolo, wasit Piero Giacomelli langsung menunjuk titik 12 pas. Lukaku yang maju sebagai eksekutor berhasil merubah kedudukan menjadi 3-1 yang menjadi penutup pertandingan di babak pertama.

Pada paruh kedua, Inter hampir menciptakan gol keempatnya. Pada menit ke-55, Inter mendapatkan 2 peluang melalui Antonio Candreva dan Martinez, tapi keduanya berhasil diantisipasi Consigli.

Sassuolo mencoba membalas. Kesempatan bagus diperoleh Sassuolo melalui Hamed Junior Traore yang menusuk ke dalam kotak penalti Inter pada menit ke-64, namun penyelesaian akhirnya lemah dan bisa diamankan Handanovic.

Alih-alih mencetak gol kedua, Sassuolo malah harus kebobolan pada menit ke-71. Inter kembali memperoleh hadiah penalti usai Nicolo Barella dijatuhkan Mert Muldur di dalam kotak terlarang. Martinez yang maju sebagai eksekutor mampu merubah skor menjadi 4-1.

Makin jauh ketinggalan tidak mengendurkan semangat Sassuolo. Allenatore Sassuolo, Roberto De Zerbi, melakukan perubahan dengan memainkan Boga dan Djuricic. Keputusan tersebut terbukti tepat. Keduanya menambah daya serang di lini depan Sassuolo.

Di menit ke-74, bermula dari umpan Boga ke Francesco Caputo, si nama terakhir dengan cerdik mengecoh bek-bek Inter dan melepaskan operan ke Djuricic yang dengan dingin langsung membobol gawang Inter dengan sepakan kerasnya. Sassuolo pun memperkecil skor menjadi 2-4.

Berhasil menciptakan gol kedua, Sassuolo kembali menyerbu pertahanan Inter. Upaya Sassuolo pun membuahkan hasil pada menit ke-81. Boga yang berhasil mengelabui 3 pemain Inter di dalam kotak penalti sukses menaklukkan Handanovic melalui tendangan ke pojok kanan gawang Inter. Sassuolo 3 Inter 4.

Setelah gol itu, Sassuolo makin bersemangat menyamakan skor, tapi Inter yang sudah kembali merapatkan lini belakangnya tetap berhasil menjaga keunggulannya. Sampai pertandingan berakhir skor 4-3 untuk keunggulan Inter tidak berubah.

Oct 20, 2019
Comments Off

Pochettino Adakan Perjamuan Dengan Pemain

Sebelum pertandingan kandang melawan Watford, Mauricio Pochettino telah menunjuk undangan makan malam dari para pemain Tottenham sebagai indikasi dukungan mereka yang berkelanjutan, Tawaran itu tentang menghadiri makan malam terakhirnya dan sebagai gantinya pertanda mereka tetap kuat sebagai satu kesatuan, bertekad untuk membalikkan kampanye yang telah mulai terurai dengan cepat sebelum jeda internasional, menurut pelatih Spurs. Melawan Hornets, tentu saja tidak ada tanda-tanda kurangnya upaya dari tim, Masalahnya lebih karena kurangnya keunggulan, yang berakhir dengan hasil imbang 1-1 yang menghentikan kekalahan tetapi tidak banyak memberikan optimisme jangka panjang, Daftar pertandingan tampaknya telah menyajikan tawaran yang menggugah selera bagi Spurs untuk pindah dengan cepat dari kekalahan beruntun di awal bulan, Jika hasil 7-2 melawan Bayern Munich di Liga Champions adalah kejutan bagi sistem, kalah 3-0 di Brighton dan Hove Albion sulit dicerna, Mereka memang lebih baik pada hari Sabtu, diakui, tapi kemudian itu bukan hal yang sulit untuk diselesaikan.

Watford tiba di bawah klasemen dan tanpa kemenangan atas nama mereka dan Pada enam perjalanan Liga Premier sebelumnya ke Spurs – meskipun di tempat yang berbeda dari kandang, mereka bisa mengesankan lawan mereka walau mereka gagal mengumpulkan poin, Namun seandainya bukan karena campuran antara kiper Ben Foster dan pemain pengganti Kiko Femenia, tim tamu mungkin telah berangkat dari Stadion Tottenham Hotspur dengan ketiganya sebab Dele Alli memanfaatkan hadiah itu untuk menyamakan kedudukan bagi Spurs dan golnya kemudian diperiksa terkait bola tangan, dengan VAR memutuskan kontak itu tinggi di dadanya, bukan lengan kiri, Bahkan kemudian ada drama lebih lanjut, VAR menampilkan ‘Keputusan Tidak Ada gol sementara skor terbaca 1-1.

Namun, kebingungan akan gol mereka meringkas kinerja Spurs, Mereka tampaknya memiliki semua bahan yang diperlukan, dengan mereka menampilkan beberapa wajah baru selama jendela transfer tetapi tidak dapat menemukan resep untuk sukses, terutama dalam serangan padahal Pochettino melakukan tujuh perubahan pada starting XI yang terbanyak untuk klub antara dua pertandingan Liga Premier dalam satu musim tetapi melihat susunan pemain baru terlihat lebih awal, seperti juga kasus melawan Brighton, pada babak pertama yang lesu, turunya Son Heung-min menambahkan beberapa permainan yang sangat dibutuhkan untuk proses, meskipun mereka masih membutuhkan uluran tangan, menurut Alli merekah butuh VAR untuk menyamakan kedudukan cukup mengkhawatirkan, Harry Kane hanya memiliki total sentuhan dalam permainan di mana timnya menikmati 69,6 persen kepemilikan, Tidak ada tembakan tepat sasaran, seperti halnya kasus perjalanan yang terlupakan ke pantai selatan dua minggu lalu.

Gol hilang dari menu untuk Kane dan Spurs secara umum sebab mereka memiliki rata-rata satu pertandingan dalam enam pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, dan itu termasuk pertandingan Piala EFL melawan League Two Colchester United. “Kami tidak panik, Kami tahu kualitas yang kami dapatkan di tim ini, kami percaya pada diri sendiri dan staf pelatih bekerja keras setiap hari dan Kami hanya harus memastikan bahwa kami menunjukkan karakter kami untuk keluar dari keterpurukan kami saat ini, “kata Alli ke situs web klub. Tekad Spurs untuk terus melawan Watford menunjukkan Pochettino benar untuk menyatakan pasukannya tetap kuat di belakangnya, Makan malam mungkin sedikit lebih menggugah selera bagi pelatih Tottenham pada Sabtu malam setelah menghindari kekalahan memalukan lainnya, tetapi satu poin melawan tim bawah kompetisi masih sulit untuk diraih belum bisa dibanggakan.

Pages:123»