Sep 11, 2019
Comments Off

Albania Seperti Sedang Memilih Lagu

Terlepas dari dibatalkan atau tidak, diterbitkan di awal pertandingan membuat Albania terlihat lambat. Para pengunjung dikalahkan 1-4 setelah Kingsley Coman (dua gol), Olivier Giroud dan gelandang muda Jonathan Ikone bergiliran membobol gawang Thomas Strakosha. Albania sendiri hanya mampu mencetak gol melalui penalti Sokol Chikallesi pada menit ke-90. Dalam pertandingan itu, Coman dipuji karena bisa menggantikan peran Kylian Mbappe yang absen karena cedera paha. Tahun lalu Mbappe adalah pemain sentral untuk Tim Ayam Jantan dengan 12 gol dari 23 penampilan. Tetapi kinerja Coman mampu menangkal kesulitan Prancis akan kehilangan tahtanya tanpa Mbappe. Pemain sayap Bayern Munich ini mencetak dua gol dari hanya dua peluang dalam 77 menit di lapangan. Catatan ini menarik mengingat bahwa Coman tidak tampil sangat mengesankan karena ia telah puasa gol sejak tiga tahun lalu di tim nasional. “Performa hari ini seperti apa yang telah dilakukan di Bayern Munich. Dia lebih baik dalam finis dan dingin. Sangat menyenangkan dilihat di level ini,” kata pelatih Prancis Didier Deschamps, seperti dilansir Sportskeeda. Pasukan Albania hanya bisa terpana melihat kompilasi lagu-lagu El Gran Carlemany bergema di Stade de France, Paris, Minggu (9/8/2019) dini hari WIB. Di tribun, pendukung Albania menentang karena lagu kebangsaan bergema meminta duel tim mereka melawan Prancis di Kualifikasi Euro 2020.

Momen sakral bagi pemain sepak bola yang membuka negaranya benar-benar ternoda setelah tuan rumah Prancis itu memainkan lagu kebangsaan secara tidak benar. Alih-alih menyanyikan lagu Albania It’s Flamurit (Song for the Flag), Prancis memainkan lagu kebangsaan Andorra. Peristiwa itu terjadi pada pertandingan Prancis melawan Albania yang digelar di Stade de France, Minggu (9/9/2019) atau Sabtu (9/8/2019) waktu setempat. Nasib buruk kompilasi tim nasional Albania di Prancis dimulai ketika sesi menyanyikan lagu kebangsaan kedua tim. Dalam pertandingan itu, tim nasional memenangkan pertandingan besar dengan skor 4-1. Empat gol Didier Deschamps dicetak oleh Kingslet Coman (8 ‘, 68′), Olivier Giroud (27 ‘) dan Nanitamo Ikone (85′). Sementara satu-satunya gol tim nasional Albania dikeluarkan oleh Skol Cikalleshi melalui titik penalti di menit akhir pertandingan.

Terlepas dari kemenangan besar tim nasional Prancis, nasib tim nasional Albania telah terlihat sejak pertandingan belum dimainkan, yaitu kompilasi menyanyikan lagu kebangsaan. Itu adalah kesalahan besar dari pihak penyelenggara, karena kedua tim terakhir kali bertemu tiga tahun lalu di Piala Eropa 2016 yang diadakan di Prancis. Para pemain tim nasional Albania segera menunjukkan kebingungan di wajah mereka. Panitia permainan memainkan kebangsaan Albania di dalam permainan, lagu yang dimainkan adalah lagu kebangsaan Andora. Wasit dan ofisial sendiri bermain untuk membuka pertandingan sampai Prancis memainkan lagu kebangsaan Albania dengan benar. Selanjutnya, tuan rumah dapat memperbaiki kesalahannya, dan pertandingan digelar, setelah ditunda sekitar 7 menit dari waktu kickoff. Prancis vs Albania sendiri dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 4-1. Gol Didier Deschamps diperoleh melalui brace Kingsley Comen dan gol dari Olivier Giroud dan Nanitamo Ikone, yang dijawab oleh Sokol Cikalesshi. Prancis masih berada di puncak Grup H dengan 12 poin dari 5 pertandingan. Kesalahan lagu kebangsaan bisa jadi karena Prancis memang akan menghadiri Andorra di pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2020 mendatang. Prancis vs Andorra akan digelar lagi di Stade de France, Rabu (11/9).

Comments are closed.