Feb 17, 2019
Comments Off

PLT Ketua Umum PSSI Juga Sudah Jadi Tersangka

Joko Driyono yang merupakan Pelaksana Tugas atau Plt Ketua Umum PSSI sudah ditetapkan sebagai sang tersangka. PSSI lantas didesak untuk langsung segera menggelar Kongres Luar Biasa atau KLB untuk bisa mencari seorang pemimpin yang baru dalam PSSI.

Joko ditetapkan menjadi tersangka dalam perusakan barang bukti dari dugaan pengaturan skor yang ada dalam bekas kantor PT Liga Indonesia yang terletak di Kuningan, Jakarta disaat hari Kamis tanggal 14 Febuari. Pria yang berasal dari Ngawi tersebut menjadi tersangka yang ke 15 semenjak terbentuknya Satgas Anti Mafia Bola.

Pengamat sepakbola, yakni Akmal Marhali sangat berharap kalau proses hukum yang nantinya akan dijalani oleh Joko akan dapat dibuka secara transparat dan juga harus diusut sampai tuntas. PSSI juga diharapkan akan segera mengambil sebuah langkah cepat untuk dapat mencari pengganti dari Joko.

“Tetap dari asas praduga tidak bersalah harus segera dijunjung tinggi. Pak Jokdri juga berhak untuk membuat pembelaannya. Kedua, dari Joko Driyono dan juga 11 tersangka yang lainnya juga kami harapkan satgas bisa terus melakukan pengembangan kasus sampai bersih dari kejahatan manipulasi pertandingan sepakbola yang benar-benar dapat diberantas hingga ke akar-akarnya,” kata Akmal kepada media yang cukup terkenal di Indonesia.

“Ketiga, proses hukum Jokdri juga tentunya harus bisa terbuka dan juga transparan supaya publik dapat memberikan penilaian mereka. Baik kepada kinerja dari Satgas ataupun juga PSSI,” katanya.

“Yang terakhir itu posisi dari PSSI yang sekarang ini sedang lumpuh. Edy Rahmayadi mundur, Hidayat dan juga Gusti Randa (anggota exco) juga katanya mundur. Johan Ling Eng serta Jokdri juga tersangka. Komposisi yang ada di exco merasa timpang. Oleh karena itu, Stakeholder dalam sepakbola Indonesia juga seharusnya bisa segera menginisiasi langkah dan juga strategi bagi menyelamatkan PSSI. Pilihan yang terbaik menurut saya adalah KLB agar bisa membahas masalah yang tengah terjadi dan juga menjadi langkah utuk melakukan revolusioner untuk perubahan dalam komposisi exco,” tuntasnya.

 

Comments are closed.