Sep 25, 2018
Comments Off

Sepak bola Indonesia terus tercemar dengan kematian para penggemar sepak bola karena perkelahian

Baru-baru ini, klub sepakbola Persija Jakarta dibunuh oleh sekelompok penggemar Persib Bandung kemarin. Dalam insiden satu sore sebelum pertandingan, korban Haringa Sirilla berusia 23 tahun tewas di belakang lawan lawan di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung. Kapolda Bandung, M Yoris Maulana mengatakan 10 tersangka ditangkap atas insiden tersebut.

Pertemuan mematikan dari perkelahian bukanlah hal baru yang melibatkan kedua tim di liga sepak bola Indonesia. Dalam pertandingan Sabtu, Persib Bandung mengalahkan Persija Jakarta 3-2, untuk tetap di puncak Liga 1, sementara Persija sekarang peringkat keenam. Kabarnya, tujuh suporter dari kedua klub tewas dalam pertarungan sejak 2012. Pengumuman terakhir kemarin menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan sepak bola Indonesia yang sering diperebutkan oleh perkelahian.

Secara internasional, sikap agresif dan provokatif suporter Indonesia juga sering menimbulkan keprihatinan banyak pihak ketika pasukan bermain di Indonesia. Di Piala AFF di bawah 19 tahun pada bulan Juli, misalnya, pemain Malaysia dibombardir dengan melemparkan botol dan batu, tetapi lagu itu juga dimarahi oleh Negaraku ketika aksi Indonesia di Surabaya. Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria kecewa dengan sikap fans sepakbola Indonesia yang tidak profesional dan tidak mempraktekkan semangat sportivitas.

“Ketika kami berbicara tentang pendidikan (pendidikan untuk penggemar sepak bola), kami berkomitmen untuk mati untuk memberikan pendidikan, dan kami akan melanjutkan, tidak akan berhenti, tidak pernah lelah,” katanya.

Insiden terakhir kematian penggemar sepakbola juga telah menyebabkan berbagai polemik di media Indonesia. Para netizen, pengamat sepakbola dan pemimpin politik Indonesia menginginkan tindakan agresif yang diambil untuk masa depan sepakbola Indonesia. Mengutip kata-kata Ratu Tisha, yang harus dihargai oleh penggemar sepak bola Indonesia: “Kita semua tahu betapa hebatnya penggemar Jepang (Jepang) membersihkan stadion setelah (meskipun timnya) kalah (dalam Piala Dunia 2018).

“Tapi, ketika kita kehilangan level baru di tingkat lokal atau liga Asia, jangan (untuk) membersihkan sampah, tetapi kita membuangnya (melawan lawan),” katanya.

Mantan pemain Selangor yang juga pemain klub Persija Jakarta, Bambang Pamungkas yang kecewa dengan insiden terbaru, mengatakan sepak bola tidak akan harus diadakan di Indonesia jika pertarungan telah membawa kematian untuk melanjutkan.

“Saya masih tidak berpikir ada sepakbola di Republik, tapi saya setuju,” kata Bambang dalam entri Twitternya.

Comments are closed.

blackberry agenliga