Aug 21, 2019
Comments Off

Soal Eksekutor Penalti, MU Belajarlah pada Liverpool

Perdebatan antara Paul Pogba dan Marcus Rashford sebelum eksekusi penalti Manchester United menuai kritik. MU bisa belajar dari Liverpool soal penunjukkan eksekutor. Pogba gagal mencetak gol dari titik putih saat Manchester United menghadapi Wolverhampton Wanderers, Senin (19/8/2019). Padahal saat itu Rashford, yang punya catatan 100% kesuksesan di titik 12 pas, juga berada di lapangan.

Sebelum tendangan penalti, keduanya sempat terlihat berdebat soal siapa yang harus menendang penalti. Pogba akhirnya yang menjadi eksekutor karena penalti tersebut didapat akibat pelanggaran terhadapnya. Manajer Ole Gunnar Solksjaer sebelumnya mengatakan bahwa baik Pogba atau Rashford adalah sama-sama eksekutor utama penalti United.

Ia pun menyerahkan keputusan kepada para pemain di lapangan soal siapa yang akan maju jadi penendang, tergantung siapa yang lebih pede saat itu. Kondisi tersebut memancing kritik dari eks pemain Manchester United, Gary Neville. Dia menganggap perdebatan untuk menentukan siapa yang akan menendang penalti tersebut tidak perlu terjadi di lapangan.

“Saya tidak suka itu. Seharusnya satu pemain memang disiapkan sebagai penendang utama, sementara yang lainnya akan maju jika eksekutor utama sudah diganti.” ujar Neville. Kritikan senada juga disampaikan pandit di Sky Sports, Jamie Carragher. Mantan pemain Liverpool itu menyebut jika Ole harus lebih tegas untuk menentukan siapa eksekutor utama di timnya.

“Perdebatan seperti itu sungguh tidak perlu. Manajer harus lebih tegas menentukan soal itu,” katanya. Manchester United dianggap bisa mencontoh Liverpol soal penugasan eksekutor penalti. Pelatih Juergen Klopp menunjuk James Milner sebagai penandang utama penalti karena ia punya statistik oke di titik 12 pas, 27 gol dari 32 kesempatan sepanjang kariernya.

“Milner yang menjadi eksekutor ketika ia berada di lapangan,” ujar Klopp. Mohamed Salah adalah penendang penalti Liverpool apabila mantan pemain Manchester City itu tidak bermain. Ketika keduanya berada di lapangan kala The Reds mendapat penalti, Milner lah yang tetap menjadi eksekutor. Hal ini pernah terjadi saat Liverpool vs Cardiff City di pertandingan liga musim lalu. Kala itu skuat asuhan Klopp mendapat penalti karena Salah dilanggar di titik putih.

Pemain internasional Mesir itu mengambil bola dan siap untuk melakukan tendangan penalti, tetapi bola kemudian direbut oleh Milner yang kemudian menjadi eksekutor. Gol pun tercipta untuk Liverpool. Meski terlihat tidak rela, tetapi Salah tetap menghormati keputusan Milner. Apa yang dilakukan Milner tidak menyalahi aturan, melainkan memang sudah menjadi titah dari sang manajer yang telah menunjuknya. Dikutip dari Mirror, Ole Gunnar Solskjaer akhirnya sudah memilih Marcus Rasford untuk jadi eksekutor utama. Penunjukkan Rashford sebagai penendang penalti utama terjadi setelah MU dan Solskjaer dikritik atas apa yang terjadi dalam laga dengan Woverhampton Wanderers. Penunjukan tersebut didasari statistik bagus sang striker, di mana dia punya tingkat keberhasilan 100%. Dari 6 kesempatan mengeksekusi penalti di sepanjang kariernya, Rashford enam kali juga mencetak gol.

Comments are closed.