Aug 18, 2019
Comments Off

Tottenham imbangi Manchester City 2-2

Pekan kedua Liga Inggris mempertemukan Manchester City vs Tottenham Hotspur. The Citizens dan The Lilywhites berakhir imbang 2-2. Duel antara Man City vs Tottenham berlangsung di Etihad Stadium, Sabtu (17/8/2019) malam WIB. City langsung mengambil alih permainan sejak menit pertama. The Citizens baru bisa unggul di menit ke-20 lewat Raheem Sterling. Tottenham membalas tiga menit kemudian lewat Erik Lamela. Sergio Aguero membawa City menyudahi babak pertama dengan keunggulan 2-1 lewat gol di menit ke-35.

Lucas Moura menjadi pembeda di babak kedua untuk Tottenham. Cuma butuh hitungan detik setelah masuk di menit ke-56, dia melesakkan gol untuk mengubah skor menjadi 2-2. Hasil ini membuat City turun ke posisi tiga dengan empat poin, di belakang Liverpool dan Arsenal yang punya enam angka. Tottenham di posisi kelima dengan empat poin. Tim besutan Mauricio Pochettino kalah selisih gol dari City dan Brighton & Hove Albion, yang juga punya poin sama.

Pep Guardiola merasa penggunaan Video Assistant Referee masih perlu perbaikan. Ia merasa penerapan teknologi ini kerap kali rancu. Saat kedudukan 2-2, The Citizens berhasil mencetak gol melalui Gabriel Jesus di menit akhir laga. Skuat City merayakan gol tersebut dengan penuh sukacita karena bakal menjadi penentu tiga angka bagi mereka. Namun kegembiraan mereka seketika lenyap usai wasit Michael Oliver menganulir gol ini beberapa saat kemudian.

Ia tak mengesahkan gol tersebut usai melihat VAR. Dalam tayangan ulang terlihat bola sebelum mengarah ke Jesus terlebih dahulu mengenai tangan Aymeric Laporte. Situasi ini menjadi de javu bagi tim asuhan Pep Guardiola. Pasalnya, mereka mengalami kejadian serupa kala berjumpa Spurs di leg kedua perempatfinal Liga Champions musim lalu. Saat itu, gol Raheem Sterling yang tak disahkan oleh wasit berkat VAR. Hal ini terjadi karena sebelumnya Sergio Aguero berada dalam posisi offside saat membobol gawang Hugo Lloris.

Kenyataan pahit yang sering diterima Guardiola akibat VAR membuatnya mengkritik teknologi ini. Ia merasa penggunaannya untuk membantu keputusan wasit kerap kali rancu. “Saya juga mengalami situasi itu saat menghadapi Tottenham di Liga Champions musim lalu, ini adalah hal yang sama. Wasit dan VAR menganulirnya. Ini kedua kalinya terjadi, ini sulit. Jujur itu sulit tapi memang inilah keadaannya,” tutur Guardiola.

“Ini terjadi pekan lalu dengan Wolves dan kami melihat untuk Chelsea pada hari Rabu, kiper tidak berdiri ada di garis gawang Adrian saat penalti. Mereka harus memperbaikinya.  Peluit dalam pertandingan sekarang tak lagi benar-benar pasti. Mereka percaya itu adalah handball saat gol Llorente di Liga Champions namun kadang-kadang tidak.

“Sungguh luar biasa kami tak mendapat penalti di babak pertama karena pelanggaran terhadap Rodri di dalam kotak. VAR mengatakan itu tidak dan pada akhirnya itulah yang menentukan. Saya cukup yakin orang-orang bahagia hari ini kami hanya perlu bekerja lebih keras dalam memanfaatkan peluang yang ada,” ujar mantan pelatih Barcelona ini menyimpulkan.

Comments are closed.